Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tuai Kontroversi Publik, Film 'Aku Harus Mati' Angkat Kisah Apa?

Afida Rahma Tsabita • Senin, 6 April 2026 | 15:15 WIB
Poster film
Poster film 'Aku Harus Mati'. (@akuharusmati)

RADAR MALANG – Film ‘Aku Harus Mati’ menjadi sorotan publik setelah reklame promosinya menuai kontroversi di tengah masyarakat. Reklame tersebut menampilkan seorang makhluk biru bermata merah dengan tulisan provokatif yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.

Masyarakat berpendapat isi promosi film tersebut tidak memiliki empati dan tidak memperhatikan dampak emosional kepada publik. Narasi yang ditampilkan dinilai terlalu sensitif untuk dikonsumsi anak-anak dan remaja yang berada di jalan raya. 

Hal ini lantas mendapatkan sorotan dari Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Cabang Malang, dr Didit Roesono SpKJ yang menyatakan bahwa pengenalan karya di ruang publik yang berhubungan dengan kematian dapat menjadi pemicu banyak orang. Ia menilai, cara penyampaian materi iklan di tempat umum seharusnya dilakukan dengan lebih cermat. 

Keberadaan iklan tersebut akhirnya mendorong tindakan tegas berupa pencopotan paksa di beberapa daerah, seperti di Kota Malang. Reklame yang dipasang di jembatan penyeberangan orang (JPO) Kajoetangan diturunkan oleh Satpol PP Kota Malang. 

Poster film
Poster film 'Aku Harus Mati'. (@akuharusmati)

Di tengah kontroversi tersebut, film ‘Aku Harus Mati’ diketahui mengangkat kisah horor yang berangkat dari fenomena sosial, yaitu ‘jual jiwa demi harta’. Cerita berfokus pada tokoh Mala, seorang anak yatim yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif dan pinjaman online.

Kebahagiaan yang semula ia anggap sebagai kebahagiaan berubah setelah mata batinnya terbuka dan ia mulai mengalami berbagai pengalaman mistis. Mala kemudian terpaksa dihadapkan kebenaran pahit tentang latar belakang serta rahasia kelam keluarganya. 

Ia mengetahui bahwa keluarganya pernah membuat perjanjian dengan iblis demi meraih kesuksesan, dengan mengorbankan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal. Mala terpaksa berhadapan dengan pilihan sulit yang tidak dapat ia hindari, sebab ada jiwa yang harus dibayar.

Film yang telah tayang sejak 2 April 2026 ini, telah merilis teaser yang memperlihatkan gambaran awal cerita kepada publik. Dalam cuplikan tersebut, nuansa khas film horor yang gelap dan mencekam tampak kuat. Konflik yang dialami Mala ditampilkan secara singkat, tetapi tetap memberi gambaran alur cerita. 

 

Editor : Aditya Novrian
#Horor #film