MALANG KOTA, RADAR MALANG — Keresahan Yon Wahyuono tentang perang dituangkan dalam bentuk 17 karya seni. Bung Yon, sapaan akrabnya, membawa karya-karya itu dalam pameran tunggal di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM). Masuk di instalasi pertama, ada dua manekin yang saling berhadapan.
Sebelah kiri nyaris telanjang tanpa penutup kain. Sementara di hadapannya adalah manekin yang tertutup pakaian serba hitam. Itu menunjukkan perbedaan manusia dalam mengekspresikan hidup melalui benda yang dikenakan sehari-hari.
Lebih dalam lagi, ditemui jajaran lukisan abstrak yang didominasi warna hitam, hijau, dan ungu. Karya itu menggambarkan kekacauan dunia akibat perang yang terjadi belakangan. ”Satu hal yang perlu disadari, perang itu diawali satu perbedaan kecil yang digambarkan pada dua manekin di depan tadi. Bisa tentang pakaian, pola pikir, adat, dan identitas,” cerita Bung Yon.
Namun perbedaan itu tidak disikapi dengan baik oleh pemegang politik global. Mereka memilih jalan perang yang mengorbankan lebih banyak pihak. Kanvas-kanvas selanjutnya berisi potret ikon-ikon Kota Malang. Bentuk lukisan kontemporer itu menyajikan wajah bagian kota seperti monumen Tugu, Buk Gluduk, hingga jembatan Splendid.
Namun penyajiannya melalui fantasi Bung Yon dan emosi yang dituangkannya melalui dominasi warna merah dan oranye. Selain menyuguhkan karya yang siap dinikmati, Bung Yon juga kerap melakukan live painting. Itu untuk memberi kesan pengunjung tentang proses pembuatan lukisan sejak awal. ”Seluruh karya di pameran ini saya selesaikan dalam satu bulan saja,” lanjut pria berusia 77 tahun itu.
Pameran tunggal Bung Yon itu sudah dibuka sejak 7 April lalu. Meski usianya sudah senja, dia ingin memberi contoh kepada seniman muda untuk tetap berkarya dan menghidupkan kesenian di Kota Malang.
Bagi Bung Yon, melukis tetap menjadi pelampiasan rasa paling pas baginya. Bahkan di tahun ke-56 dia terjun dunia kesenian. Selain lukisan, Bung Yon juga banyak fokus mengeksplorasi karyanya melalui berbagai objek seperti kaca, tanah liat, hingga kayu. (aff/by)