MALANG KOTA – HS menggelar konser musim spesial untuk Masyarakat Malang dan sekitarnya. Bertajuk Hey Slank X HS: Berani Kita Beda, konser itu digelar di Lapangan Rampal pada Minggu Malam (19/4).
Slank tampil dengan kekuatan penuh. Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka siap memberikan pertunjukan spesial. Membawakan lagu-lagu hits sampai dari album terbaru.
Line up band pendukung pun tak kalah gahar. Mereka adalah band-band legendaris Indonesia dengan basis komunitasnya yang militan. Di antaranya, seperti Shaggydog (Jogja), Rebellionrose (Jogja), Begundal Lowokwaru (Malang), Superiots (Bogor), dan Rastakrina Soundsystem (Jogja).
Konser tersebut tidak menggunakan tiket sebagai syarat masuk. Penonton cukup membawa dua produk HS Mild atau Slim dengan varian rasa sesuai favorit masing-masing.
Sebelumnya HS X Slank lebih dulu dihelat Sunmoride dan Special Performance OM Adella: The Real Dangdut Koplo pada Minggu pagi. Sejumlah artis Adella menghibur penonton di Lapangan Rampal. Di antaranya Nurma KDI, Listyana Jelita, Difarina Indra, Fendrik Adella dan kawan-kawan.
Direktur Sales & Marketing HS, Falah Adha, mengatakan, konser di Malang Adalah wujud terima kasih HS kepada warga masyarakat Malang Raya. ”Dari survei nasional, HS di Jatim termasuk Malang raya masuk sebagai produk dengan pertumbuhan tercepat. Tentu ini kebanggaan yang kami syukuri. Konser ini wujud terima kasih kami kepada warga Malang dan sekitarnya atas penerimaan yang luar biasa kepada keluarga besar HS,” katanya, dalam jumpa pers di 101 Hotel Malang, Minggu (19/4).
Tour HS di Kota Malang ini perhelatan ke enam setelah Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lampung. Tak hanya musik, konser tersebut juga diramaikan Slankerspreneur yang menampilkan berbagai produk karya Slankers.
Kreativitas dan inklusivitas, menurut Falah, adalah nilai yang terus diusung HS. Hal itu diwujudkan dengan adanya 40 karyawan disabilitas yang kini bekerja di pabrik rokok HS Magelang, Jawa Tengah. Jumlahnya akan terus meningkat dan mereka mendapat fasilitas mess khusus karyawan disabilitas.
”Banyak orang menganggur bukan karena tak mau kerja, tapi terhalang syarat ijazah dan pengalaman kerja. Kami hapus syarat itu agar mereka bisa mendapat hak yang sama atas akses pekerjaan,” katanya.
Saat ini, HS terus mengembangkan bisnisnya dengan pembangunan dua pabrik baru di Lampung Timur dan Sleman, Jogjakarta. ”Di Lampung target 2500 karyawan, yang di Rejodani Sleman sekitar 1500 karyawan. Mohon doa semoga bulan depan sudah operasional,” jelas Falah.
Kesamaan misi dan nilai inilah yang membuat Slank bekerja sama dengan HS. ”Dari awal kita ketemu Pak Haji Suryo (Owner HS), kita sudah sepakat, kita bikin movements, nggak hanya jualan, tapi pergerakan anak muda. Inilah bedanya, ingin berbuat sesuatu untuk lingkungannya,” kata Drummer Slank, Bimbim.
Drummer sekaligus pendiri Slank yang saat ini berusia 59 tahun itu mengibaratkan HS seperti local hero. ”Banyak banget kegiatan sosial yang dilakukan. Itu klik pertama Slank dengan HS,” lanjut Bimbim.
Keberadaan Begundal Lowokwaru sebagai band punk legendaris malang adalah bagian dari misi HS dalam mendukung musisi lokal. Tak hanya saat konser Slank, HS juga menggelar festival music indie bertajuk Sound of Heroes (SOH). Festival ini digelar Oktober lalu yang mengumpulkan 500 band dari berbagai kota di Indonesia. ”Program yang ditawarkan HS, seperti perekrutan disabilitas (untuk jadi karyawan) ini keren banget. Di saat yang bersamaan perusahaan (lain) memandang sebelah mata, tapi HS berani ambil risiko! Keren,” tandas Frontman Begundal Lowokwaru, Cipeng. (mon/gp)
Editor : Galih R Prasetyo