MALANG KOTA - Salah satu mahasiswi Desain Grafis Fakultas Vokasi UB, Dewi Fatimatuz Zahro berhasil menorehkan pencapaian yang membanggakan. Mahasiswa angkatan 2023 itu berhasil membuat karya ilustrasi yang dipamerkan di pameran internasional OFFFest Barcelona pada 16-18 April 2026 lalu.
Karya yang diangkat berjudul Caplokan. Karya ini terinspirasi dari kesenian tradisional khas Malang, yaitu Bantengan. Melalui karya tersebut, Dewi tidak menampilkan sisi agresivitas, melainkan mengemasnya sebagai medium untuk memperkenalkan budaya lokal ke panggung global.
Ide pembuatan Caplokan berawal dari pengalaman magang. Dewi melihat adanya peluang mengikuti
pameran internasional dari tempat magangnya di studio animasi, Story of Karana yang kemudian mendorongnya untuk membawa unsur budaya Indonesia ke dalam karya visual.
Dari situ, muncul gagasan untuk mengangkat identitas lokal dalam bentuk yang lebih kontemporer dan relevan dengan perkembangan desain saat ini.
Melalui karya tersebut, Dewi juga membawa visi bahwa seniman digital Indonesia memiliki potensi besar untuk dikenal secara global. Ia ingin menyampaikan bahwa sebuah karya tidak harus sempurna untuk bisa diapresiasi, melainkan cukup memiliki konsep yang kuat serta keberanian untuk ditampilkan ke publik.
Dewi terkejut dan tak menyangka karyanya lolos seleksi. "Apalagi proyek ini tersebut merupakan pengalaman pertama saya dalam masa magang," bebernya.
Pameran ini sendiri diikuti oleh sekitar 700 karya dari seniman 63 negara. Dengan gelaran semasif dan berskala sebesar itu, Dewi pun merasa pencapaiannya ini sangatlah berarti.
Dalam proses pengerjaan, Dewi bekerja bersama tim dalam waktu yang relatif singkat. Ia sempat merasa
khawatir tidak dapat berkontribusi maksimal, namun dukungan dari tim membuat proses kolaborasi
berjalan dengan baik.
Pengalaman ini juga menjadi momen berharga karena melibatkan kerja sama
dengan rekan-rekan sesama peserta magang.
Melalui Caplokan, Dewi berharap budaya Indonesia dapat semakin dikenal di kancah internasional dan bahkan mampu menjadi tren di luar negeri. "Saya berharap mahasiswa, khususnya di lingkungan vokasi, semakin berani mengekspresikan diri melalui karya," ujarnya.
Program Studi Desain Grafis Vokasi UB turut menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Prestasi ini dinilai sebagai bukti bahwa karya mahasiswa mampu bersaing dan mendapatkan apresiasi di tingkat global. Ke depan, prodi berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berani mempublikasikan karya, serta aktif mengikuti pameran baik di tingkat nasional maupun
internasional.