MALANG, RADAR MALANG - Bahagia di awal bulan, menangis di akhir bulan. Bukankah fenomena ini sering terjadi kepada anak kos? Sebagai mahasiswa perantauan, atau yang tinggal jauh dari orang tua, selain harus pintar menjaga diri, kita juga harus pandai mengatur keuangan.
Di tengah gempuran trend matcha, blind box, make up dan godaan belanja online, kita semakin sadar bahwa uang dan gaji bulanan hanya “numpang lewat” karena kita sibuk memenuhi gaya hidup yang sebenarnya tidak penting.
Oleh karena itu, mari kita pahami apa itu gaya hidup frugal living.
Banyak orang menyalah artikan frugal living sebagai gaya hidup orang pelit, justru sebaliknya, melalui frugal living kita bisa menyaring pengeluaran kita. Dari yang dulu mengeluarkan uang untuk memberi makan feeds akun sosial media, menjadi pengeluaran yang berguna.
Frugal living bukan berarti kamu pelit, melainkan kamu tahu prioritas uang yang kamu keluarkan. Tapi bukan berarti kamu harus makan mie instan setiap hari, kamu bisa menerapkan sistem frugal living melalui cara-cara berikut:
-
Bedakan “Gengsi” dan “Fungsi”
Penyakit Gen-Z atau remaja saat ini adalah mereka lebih mengutamakan gengsi daripada fungsi itu sendiri yang biasa kita sebut FOMO (Fear of Missing Out). Sebelum membeli sesuatu coba bertanya pada dirimu sendiri, “Apakah aku membelinya karena butuh? Atau agar terlihat keren?”
Kunci frugal living adalah memangkas pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting, supaya kalian bisa menggunakan uang tersebut untuk sesuatu yang lebih bermakna.
-
Jadilah Outfit Repeater
“Bajuku itu-itu aja.” penampilan adalah hal pertama yang terlintas dipikiran kita setiap kita berdiri di depan lemari. Alih-alih membeli baju baru setiap bulan, coba kreasikan pakaian-pakaian yang kalian miliki di lemari dan setia dengan style kalian dan tampil percaya diri.
Daripada terus-terusan mengejar trend pakaian dan mementingkan opini orang lain, lebih baik dahulukan kenyamanan dan dompet kalian.
-
Biasakan Membawa Bekal dan Minuman Sendiri
Makan diluar memang enak, tapi tidak dengan pengeluarannya. Membawa bekal dan minuman sendiri adalah opsi hemat dan juga sehat untuk kalian anak kos. Selain kebersihannya terjaga, kalian juga bisa menyiapkan porsi untuk makan malam.
Kemudian perbanyak meminum air putih. Minum kopi, matcha atau minuman manis-manis lainnya boleh. Tapi jika kalian mengkonsumsinya setiap hari, selain tidak sehat untuk ginjal, tidak sehat untuk dompet kalian juga.
-
Gunakan Gadget Sampai Rusak
Hal ini tidak hanya berlaku pada gadget, tapi juga bisa ke barang sehari-hari. Kurangi FOMO model-model gadget atau barang baru karena tidak akan ada habisnya. Kalau masih bisa dipakai, kita gunakan saja, selama masih memenuhi kebutuhan.
-
Habiskan Make Up Sebelum Beli Yang Baru
Sudah berapa banyak produk yang kalian beli karena FOMO? Padahal yang sebelumnya belum habis. Industri kecantikan setiap hari mengeluarkan produk baru, tapi bukan berarti kita harus membeli mereka satu per satu. Cukup setia dengan produk yang kita punya. Kalau sudah habis, baru kita beli lagi.
Frugal Living bukanlah hal yang sulit, yang sulit adalah menahan nafsu. Untuk anak kos, menerapkan frugal living selain menghemat pengeluaran bulanan, kita juga belajar mengatur keuangan dan menabung.
Jadi, daripada sibuk memenuhi ekspektasi orang lain di sosial media, lebih baik kita utamakan ketenangan hati dan dompet.
Editor : Aditya Novrian