MALANG, RADAR MALANG – Rasa manis sering kali identik dengan kenikmatan. Dari segelas es teh hingga dessert kekinian. Tapi hati-hati, tidak semua gula itu sama dan baik untuk kesehatan. Di balik rasa manis, terdapat jenis-jenis gula dengan karakteristik dan dampak yang berbeda bagi tubuh, seperti fruktosa, laktosa, dan sukrosa.
Yuk kita simak, apa sih perbedaan dari mereka bertiga?
-
Sukrosa
Sehari-hari kita hidup berdampingan dengan gula, dan gula yang paling sering kita jumpai adalah sukrosa alias gula pasir. Sukrosa sendiri merupakan gabungan dari glukosa dan fruktosa yang banyak digunakan sebagai pemanis dalam minuman maupun makanan olahan. Karena rasanya netral dan mudah larut. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes melitus serta obesitas.
Baca Juga: Viral di TikTok! Berikut Resep Roasted Milk Tea Simpel Versi Lebih Sehat dan Ramah di Kantong
Jika dilihat dari sifatnya, sukrosa tergolong mudah dicerna karena akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa di dalam usus sebelum diserap tubuh. Meski demikian, karena proses penyerapannya yang relatif cepat, sukrosa dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang signifikan. Dalam jumlah moderat, sukrosa masih dapat dikonsumsi, tetapi tidak dianjurkan sebagai sumber energi utama dalam jangka panjang.
-
Fruktosa
Berbeda dengan sukrosa, fruktosa dikenal sebagai gula alami yang banyak ditemukan dalam buah-buahan dan madu. Fruktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi daripada sukrosa, tetapi penyerapannya sedikit lebih lambat karena harus diproses terlebih dahulu di hati. Dari segi manfaat, fruktosa dalam buah utuh cukup baik untuk tubuh karena disertai serat, vitamin, dan antioksidan. Namun, konsumsi fruktosa berlebih terutama dari gula tambahan dapat membebani kerja hati dan meningkatkan risiko penumpukan lemak.
-
Laktosa
Sementara itu, laktosa adalah gula yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Laktosa memiliki rasa manis yang sedikit karena masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan protein dan lemak dari susu.
Baca Juga: Butter Tteok ala Korea Lagi Viral! Ini Resep Praktis yang Bisa Kamu Coba di Rumah
Dibanding jenis gula sebelumnya, laktosa lebih kompleks karena harus dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase sebelum dapat diserap. Proses ini membuat laktosa relatif lebih lambat dicerna dibandingkan glukosa.
Buat kalian dengan kemampuan pencernaan normal, laktosa dapat menjadi sumber energi yang baik. Namun, bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa, konsumsi laktosa justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti kembung dan diare.
Baca Juga: Lagi Ramai Gaya Hidup Real Food ala Putri Yuliandari: Trend Sehat Yang Kian Diminati
Dalam praktik sehari-hari, memilih sumber gula yang tepat adalah kunci kesehatan. Mengonsumsi buah utuh lebih dianjurkan dibandingkan minuman manis kemasan, karena kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula. Selain itu, memperhatikan label nutrisi pada produk juga dapat membantu mengontrol asupan gula tambahan.
Pada akhirnya, bukan soal menghindari rasa manis sepenuhnya, melainkan memahami jenis gula yang dikonsumsi. Dengan pengetahuan yang tepat, kalian dapat menikmati makanan manis secara bijak tanpa mengorbankan kesehatan.
Editor : Aditya Novrian