MALANG KOTA, RADAR MALANG – Tren berburu barang vintage kian naik daun di kalangan anak muda. Di Kota Malang, fenomena ini ikut mendongkrak permintaan aksesori lawas, terutama perhiasan berbahan monel yang banyak dijajakan di kawasan Jalan Pasar Besar, Kecamatan Klojen.
Salah satu toko yang masih bertahan di tengah perubahan zaman adalah Tio Souvenir. Berdiri sejak 1925, toko ini kini memasuki usia satu abad dan tetap menjadi tujuan utama pencinta aksesori klasik.
Beragam produk tersedia, mulai dari kalung, gelang, cincin, hingga anting-anting dengan desain sederhana hingga klasik. Aksesori berbahan monel menjadi yang paling banyak diburu.
“Paling banyak terjual tentu aksesori dari bahan monel, mulai kalung, gelang, cincin, liontin, hingga bros dan anting-anting,” ujar pemilik Tio Souvenir, Grace.
Baca Juga: Dari Limbah Kain Perca, Komunitas Perempuan Crafting in Love Malang Sulap Jadi Produk Bernilai Jual
Lonjakan pembeli biasanya terjadi saat akhir pekan. Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar kota juga datang khusus untuk berburu aksesori dengan harga terjangkau.
Meski telah dikelola hingga generasi keempat, minat terhadap produk monel tak pernah surut. Pembeli datang dari berbagai kalangan usia, mulai anak muda hingga lansia. Bahkan, pelanggan lama kerap kembali bersama keluarga mereka.
Selain monel, toko ini juga menyediakan aksesori berbahan imitasi dengan berbagai motif, seperti bunga, semanggi, hingga bentuk unik seperti tengkorak dan alat musik.
Namun, untuk bahan kuningan mulai dikurangi karena dinilai kurang tahan lama. “Kalau terlalu lama disimpan bisa menghitam,” jelas Grace.
Baca Juga: Viral di TikTok! Berikut Resep Roasted Milk Tea Simpel Versi Lebih Sehat dan Ramah di Kantong
Dari sisi harga, produk yang ditawarkan relatif ramah di kantong. Gelang monel bayi dibanderol mulai Rp 4 ribu, sementara gelang dewasa berkisar Rp 16 ribu.
Tak hanya perhiasan, Tio Souvenir juga menjual berbagai barang bernuansa vintage lain, seperti jam dinding klasik, kerajinan topeng, asbak, hingga gantungan kunci.
Editor : Aditya Novrian