MALANG KOTA, RADAR MALANG – Tren kembali ke masa lalu tak hanya terjadi pada fashion, tetapi juga merambah dunia audio. Perangkat pemutar musik lawas seperti walkman, discman, hingga digital audio player (DAP) generasi awal kini kembali diburu, terutama oleh anak muda.
Daya tariknya bukan sekadar tampilan klasik, tetapi juga karakter suara yang dinilai lebih hangat dan otentik. Sensasi nostalgia saat mendengarkan musik menjadi alasan utama tren ini kembali hidup.
Fenomena tersebut dirasakan Muhammad Zakaria Ansori. Pria yang akrab disapa Aan itu mulai mengenal audio vintage sejak 2022, setelah bergabung dengan Komunitas Audio Regional Arek Malang (Karam).
Baca Juga: Koin Kuno Jadi Mahar Pernikahan, Permintaan di Pasar Comboran Meningkat
Awalnya, ia hanya membantu memperbaiki earphone milik anggota komunitas. Namun, ketertarikannya berkembang menjadi hobi mengoleksi perangkat audio lawas.
Ketertarikan itu bermula saat ia sering mendapatkan bonus compact disc (CD) ketika membeli perlengkapan audio. Dari situ, ia mulai mencari perangkat pemutar yang sesuai.
“Saya kemudian mencari discman di marketplace untuk bisa mendengarkan lagu tersebut,” ujarnya.
Discman pertama yang dimiliki Aan bermerek Lomax. Dari pengalaman itu, ia merasakan perbedaan kualitas suara dibanding perangkat modern.
Baca Juga: Diburu Anak Muda, Aksesori Vintage Berbahan Monel di Pasar Besar Malang Laris Manis
Menurutnya, suara dari perangkat lama terasa lebih tebal dan menghadirkan nuansa berbeda, seolah membawa kembali ke era sebelumnya.
Seiring waktu, koleksinya terus bertambah. Ia mengoleksi berbagai headphone lawas seperti Fostex, Yamaha, hingga Sennheiser PX100 II. Selain itu, ia juga memiliki DAP langka IBasso DX50 yang kini sulit ditemukan di pasaran.
Untuk mendapatkan barang-barang tersebut, Aan berburu dari berbagai sumber. Mulai dari marketplace, barang loakan, hingga sesama anggota komunitas.
Namun, merawat perangkat vintage bukan perkara mudah. Faktor usia membuat perangkat membutuhkan perhatian khusus agar tetap berfungsi.
“Saya harus menyimpannya dengan baik dan rutin digunakan agar tetap optimal,” jelas pria 32 tahun itu.
Baca Juga: Dari Limbah Kain Perca, Komunitas Perempuan Crafting in Love Malang Sulap Jadi Produk Bernilai Jual
Meski sudah memiliki sejumlah koleksi, Aan mengaku masih ingin menambah perangkat lainnya. Ia berencana melengkapi koleksinya dengan speaker audio vintage dan head unit untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih lengkap.
Tren ini menunjukkan bahwa di tengah kemajuan teknologi, cara sederhana menikmati musik tetap memiliki tempat tersendiri bagi sebagian orang.
Editor : Aditya Novrian