MALANG, RADAR MALANG - Siapa yang tidak mengenal nama Joko Anwar? Sosok dibalik film-film horor sukses seperti Pengabdi Setan, Pintu Terlarang, dan Siksa Kubur kini hadir dengan film horor komedi berjudul Ghost in the Cell.
Jika dilihat sekilas, film ini tampak seperti perpaduan ringan antara horor dan komedi dengan latar ruang tahanan yang sempit dan penuh ketegangan. Namun, seperti karya-karya Joko Anwar sebelumnya, narasi yang disuguhkan tidak pernah benar-benar “ringan.” Ia menyelipkan lapisan makna yang kompleks melalui simbol, metafora, dan referensi kultural yang mengundang penonton untuk berpikir lebih dalam.
-
Representasi 7 Dosa Besar di Balik Kematian
Salah satu pendekatan yang paling menonjol adalah representasi tujuh kematian dalam film yang dapat dibaca sebagai alegori dari konsep Seven Deadly Sins atau tujuh dosa besar. Setiap karakter tidak sekadar hadir sebagai korban, tetapi juga sebagai representasi sifat manusia yang destruktif.
Contohnya karakter yang diperankan oleh Rio Dewanto, Endi seorang bos percetakan berita, kematiannya diakibatkan oleh ketamakannya akan harta hingga membuat dia lupa akan istri dan keluarga. Begitu pun dengan enam sifat lain, kesombongan (Pride), iri hati (Envy), amarah (Wrath), kemalasan (Sloth), keserakahan (Greed), dan nafsu (Lust) yang ditunjukkan di dalam film.
Simbol kematian dalam Ghost in the Cell tidak lagi sekadar elemen horor, melainkan menjadi mekanisme naratif yang menyampaikan kritik terhadap sifat-sifat dasar manusia yang di mana tanda kematian mengarah pada makna yang lebih dalam yaitu dosa dan konsekuensinya.
-
Makna di Balik Nomor Tahanan
Usut punya usut, angka yang tertulis di baju para narapidana di film ini memiliki makna tersendiri yang melambangkan masing-masing karakter.
Seperti angka di karakter Six yang diperankan oleh Yoga Pratama. Banyak yang berteori bahwa nomor 7226 merujuk pada Surah Al-Jinn ayat 26 (72:26) dalam Al-Qur’an yang berbunyi, “Dia mengetahui yang gaib. Lalu, Dia tidak memperlihatkan yang gaib itu kepada siapa pun.”
Baca Juga: Ketua Komisi II DPR Usul Naikkan Ambang Batas Parlemen dan Berlaku hingga Tingkat Daerah
Dalam konteks film, banyak menganggap makna itu mendekati dengan karakter Six karena dia memiliki kemampuan spesial yang membuatnya bisa melihat makhluk gaib dan aura orang lain.
-
Penjara Sebagai Simbol Miniatur Masyarakat
Latar penjara dalam Ghost in the Cell merupakan simbol dari struktur kekuasaan yang ada di sistem sosial kita. Ada kelompok dominan dengan segala aset dan fasilitas mewah, kelompok terpinggirkan yang dianggap sebagai “hewan.” Meski pada dasarnya mereka semua adalah tahanan, tapi hal itu tidak menghentikan mereka untuk berbuat “curang” sebagaimana korupsi yang tengah marak terjadi.
-
Hantu menjadi Metafora
Hantu dalam Ghost in the Cell bukan hanya sekedar makhluk supranatural dengan wajah mengerikan, melainkan representasi dari sesuatu yang sulit dipahami, yakni refleksi kondisi terburuk manusia. Dimana saat kita berada di titik negatif, ketika tidak memiliki harap maka kita akan korup, dan disitulah letak hantu dari Ghost in the Cell.
Ghost in the Cell bukan hanya sekadar tontonan, melainkan sebuah refleksi. Joko Anwar mengajak penonton untuk tidak hanya merasa takut, tetapi juga memahami bahwa di balik setiap misteri, selalu ada pesan yang menunggu untuk dipecahkan.
Editor : Aditya Novrian