Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat An Nas dan Al Falaq Turun karena Ini

Tauhid Wijaya • Jumat, 1 Mei 2026 | 05:00 WIB

 

PERLINDUNGAN: Surat An Nas yang terdiri dari enam ayat. Bersama surat Al Falaq, disebut sebagai surat Al Mu
PERLINDUNGAN: Surat An Nas yang terdiri dari enam ayat. Bersama surat Al Falaq, disebut sebagai surat Al Mu'awwidzatain.

 

 

RADAR MALANG- Surat Al Falaq dan An Nas dalam Al Quran sering disebut sebagai al Mu’awwidzatain (dua surat perlindungan). Ada sebab mengapa dua surat ini diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni, terkait dengan peristiwa sakitnya beliau.

Dalam kitab Lubabun Nuqul fii Asbabin Nuzul yang dialihbahasakan menjadi Asbabun Nuzul, Latar Belakang Turunnya Ayat-Ayat Al Qur’an karya Imam Jalaluddin As Suyuthi terjemahan Zenal Mutaqin dkk disebutkan sebagai berikut:

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah menderita sakit parah. Lalu datang dua malaikat, yang satu duduk di samping kepala beliau, yang satunya lagi duduk di samping kaki beliau.

Malaikat yang duduk di samping kaki Rasulullah kemudian bertanya kepada malaikat yang duduk di samping kepala beliau, “Apa yang dapat engkau lihat?”

“Beliau terkena guna-guna.”

“Guna-guna itu apa?”

“Guna-guna itu sihir.”

“Siapa yang menyihir beliau?”

“Labid bin al A’shim, seorang Yahudi. Sihirnya berupa gulungan yang tersimpan di dalam sumur keluarga si Fulan, di bawah batu besar. Datanglah ke sumur tersebut, timbalah airnya dan angkat batunya, lalu ambil gulungan tersebut dan bakarlah.”

Esok paginya, Rasulullah memerintahkan ‘Ammar bin Yasir dan beberapa sahabat lain untuk mendatangi tempat yang dimaksud. Ketika sampai di sumur tersebut, tiba-tiba mereka melihat air sumur itu berwarna merah seperti air kembang pacar.

Maka, mereka menimba airnya dan mengangkat batunya. Kemudian mengambil gulungan di bawah batu itu dan membakarnya. Dalam gulungan itu terdapat tali pengikat yang terdiri dari sebelas simpul.

Atas peristiwa inilah kemudian diturunkan surat Al Falaq dan An Nas. Tiap kali Rasulullah membacakan satu ayat dalam surat itu maka simpul pengikat gulungan tersebut terbuka. (diambil dari HR Baihaqi dalam kitab Dalail an Nubuwwah).

Dalam riwayat lain dari Anas bin Malik disebutkan bahwa orang-orang Yahudi pernah membuatkan makanan untuk Rasulullah SAW. Setelah menyantap makanan tersebut, beliau sakit keras. Sehingga, para sahabat mengira bahwa itu akibat perbuatan orang-orang Yahudi.

Lalu, turunlah malaikat Jibril membawa dua surat al Mu’awwidzatain itu, yakni surat Al Falaq dan An Nas. Kemudian, mereka memohonkan perlindungan untuk Rasulullah dengan membaca kedua surat dimaksud. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui para sahabatnya dengan keadaan sehat dan bugar (HR Abu Nu’aim dalam kitab ad Dalail).

Atas hal ini, kaum Muslimin disarankan membaca kedua surat itu untuk memohon perlindungan kepada Allah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Isi kedua surat itu memang permohonan perlindungan kepada Allah dari kejahatan manusia maupun jin, sihir, hasad, serta bisikan setan.

Ada yang menjadikannya sebagai wirid yang dibaca tiap pagi (setelah Subuh) dan petang (setelah Maghrib). Masing-masing sebanyak tiga kali. Ada pula yang membacanya tiap kali hendak tidur. Wallahu A’lam. (hid)

 

Editor : Tauhid Wijaya
#ngaji jumat #asbabun nuzul #imam as suyuthi