MALANG, RADAR MALANG - Pernah enggak kalian sudah menyemprot parfum favorit di pagi hari, tapi baru sampai siang aromanya sudah hilang? Atau sebaliknya, kalian pakai parfum yang wangi terlalu kuat hingga membuat pusing? Bisa jadi, masalahnya bukan pada merek parfum yang kalian pilih, melainkan jenis dan konsentrasinya.
Selama ini, banyak orang hanya mengenal dua istilah populer, Eau de Toilette (EDT) dan Eau de Parfum (EDP). Padahal, dunia wewangian jauh lebih kompleks dari itu. Ada bermacam tingkatan parfum yang dibedakan berdasarkan konsentrasi minyak wangi dan komposisi alkoholnya, dimana itu akan mempengaruhi ketahanan dan intensitas parfum.
Supaya tidak salah pilih, yuk kenali jenis-jenis parfum!
Baca Juga: Deretan Parfum Local Brand yang Cocok untuk Dipakai Pas Kondangan
1. Extrait de Parfum (Pure Perfume)
Ini adalah kasta tertinggi di dunia perparfuman. Dengan konsentrasi minyak wangi sekitar 20% hingga 40%, Extrait de Parfum menawarkan aroma yang sangat pekat dan mewah.
Daya tahannya pun luar biasa, bisa lebih dari 8 jam. Bahkan menempel hingga keesokan hari di beberapa jenis kulit dan pakaian. Karena karakternya yang intens, parfum ini lebih cocok digunakan untuk acara formal atau malam hari.
2. Perfume Oil (Minyak Wangi)
Berbeda dari parfum pada umumnya, Perfume Oil tidak menggunakan alkohol sebagai pelarut. Sebagai gantinya, minyak menjadi basis utama.
Hasilnya? Aroma yang lebih menyatu dengan kulit atau biasa disebut skin scent, tidak terlalu menyebar, tetapi tahan lama. Selain itu, jenis ini juga lebih ramah untuk kulit sensitif atau kering karena tidak menyebabkan iritasi atau rasa perih.
3. Eau de Cologne (EDC)
Sering dianggap sekadar parfum ringan, padahal Eau de Cologne punya klasifikasi tersendiri. Dengan konsentrasi sekitar 2% hingga 5%, aromanya cenderung segar dan didominasi oleh citrus atau herbal.
Namun, daya tahannya relatif singkat, hanya sekitar 1–2 jam. Cocok untuk kalian yang ingin kesegaran instan, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas.
Baca Juga: Wangi Parfum Cepat Memudar? Coba Trik Ini agar Aromanya Tahan Lama
4. Eau Fraiche
Jika kalian mencari wangi yang super ringan, Eau Fraiche adalah jawabannya. Konsentrasinya hanya sekitar 1% hingga 3%, bahkan lebih banyak air dibanding alkohol.
Aromanya tipis, lembut, dan cepat menguap. Biasanya digunakan setelah mandi atau oleh mereka yang sensitif terhadap aroma tajam.
5. Body Mist / Fragrance Mist
Jenis ini mungkin yang paling sering ditemui di pasaran. Dengan konsentrasi di bawah 2%, Body Mist menawarkan wangi yang ringan, santai, dan tidak menyengat.
Kelebihannya ada pada fleksibilitas, bisa disemprot berulang kali tanpa terasa berlebihan. Cocok untuk aktivitas sehari-hari, terutama bagi kalian yang tidak ingin aroma terlalu dominan tapi tetap wangi.
6. Hair & Body Mist
Sesuai namanya, produk ini diformulasikan khusus untuk rambut dan tubuh. Biasanya mengandung bahan pelembab tambahan agar rambut tidak kering akibat alkohol.
Pilihan ini ideal untuk kalian yang sering beraktivitas di luar ruangan dan ingin menghilangkan bau matahari atau asap secara instan tanpa merusak rambut.
Baca Juga: Ini Dia 5 Fakta Menarik Soal Personal Color Analysis yang Jarang Orang Tahu
7. Solid Perfume (Parfum Padat)
Bentuknya unik seperti balsem kecil yang praktis dibawa ke mana saja. Solid Perfume biasanya terbuat dari campuran lilin (beeswax) dan minyak wangi.
Aromanya cenderung halus dan tidak terlalu menyebar, namun cukup tahan lama di area titik nadi. Cocok untuk kalian yang suka parfum simpel, travel-friendly, dan bebas risiko tumpah.
Jika diurutkan dari yang paling awet hingga paling cepat menguap, kira-kira seperti ini:
Extrait de Parfum > Perfume Oil > EDP > EDT > EDC > Eau Fraîche > Mist
Editor : Aditya Novrian