Convex mirror yang biasa terpasang di tikungan jalan kini berubah menjadi properti foto favorit anak muda. Tren media sosial membuat cermin cembung itu ramai dipakai untuk sesi foto wisuda hingga foto ala OOTD karena dinilai memberi hasil yang unik dan estetik.
MALANG, RADAR MALANG - Tren foto di cermin cembung itu ikut ditangkap Pixie Dust, usaha penyewaan properti foto di Malang. Pemiliknya, Chelli dan Maryam, mulai menyewakan convex mirror sejak awal 2026 setelah melihat tren tersebut ramai di TikTok.
“Yang sering FYP (saran untuk Anda) itu convex mirror, jadi saya coba ikut buka. Sepertinya di Malang juga berpotensi, apalagi banyak mahasiswa yang akan wisuda,” ujar Maryam.
Awalnya, mereka berencana membuka usaha florist. Namun, tren convex mirror yang mulai bermunculan di berbagai daerah seperti Cilegon dan Banjarmasin membuat mereka mengubah arah usaha.
Menurut Maryam, media sosial menjadi faktor utama penyebaran tren tersebut. Konten-konten estetik dengan pantulan cermin cembung membuat banyak orang penasaran ingin mencoba.
Permintaan di Pixie Dust memang belum melonjak tinggi. Namun, dalam sebulan rata-rata ada sekitar empat penyewa yang menggunakan convex mirror untuk kebutuhan foto.
Mayoritas penyewa berasal dari kalangan mahasiswa. Properti itu biasa dipakai saat sesi foto sidang maupun wisuda karena dianggap memberi hasil yang berbeda dibanding properti foto lain.
“Untuk pernikahan baru sekali, selebihnya untuk kebutuhan wisuda atau sidang,” kata Chelli.
Daya tarik convex mirror terletak pada efek pantulannya. Sudut foto menjadi lebih luas dengan kesan unik yang sulit didapat dari properti biasa.
Selain itu, masyarakat sebenarnya sudah cukup familier dengan benda tersebut. Selama ini convex mirror identik dengan cermin keselamatan di tikungan jalan atau pelengkap spot wisata.
Untuk tarif, Pixie Dust mematok harga mulai Rp 100 ribu. Biaya bisa bertambah hingga sekitar Rp 150 ribu jika ada tambahan dekorasi seperti bunga, stiker tulisan, hingga kustom warna bingkai.
Di balik tren itu, perawatan convex mirror juga tidak mudah. Pemasangan stiker misalnya, kerap meninggalkan bekas yang sulit dibersihkan.
Selain itu, pelaku usaha harus menyiapkan berbagai kebutuhan kustomisasi pelanggan. Mulai dari pengecatan tiang hingga penyesuaian dekorasi agar sesuai konsep foto.
“Masih banyak yang heran, ternyata convex mirror bisa disewakan untuk foto,” tambah Maryam.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial mampu mengubah benda sehari-hari menjadi peluang usaha baru. Meski lahir dari tren digital, convex mirror kini mulai mendapat tempat di dunia fotografi anak muda. (ara/adn)
Editor : A. Nugroho