MALANG KOTA, RADAR MALANG – Ratusan bocah memadati panggung Asian Student Fashion Week 2026 di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Minggu (10/5). Mereka tampil percaya diri membawakan berbagai koleksi busana karya puluhan desainer dari dalam hingga luar negeri.
Ajang fashion tersebut menghadirkan total 88 desainer profesional dengan beragam konsep busana. Mulai gaun bertema fairy ala putri Disney hingga kebaya elegan bergaya keluarga kerajaan Jawa tampil menghiasi catwalk.
Dalam gelaran tersebut, sebanyak 14 desainer khusus kids wear, 51 desainer mahasiswa, serta 23 desainer gabungan internasional turut ambil bagian.
Koleksi yang ditampilkan didominasi busana anak dengan warna-warna cerah, desain futuristik, hingga konsep etnik modern.
Selain Indonesia, ajang ini juga menggandeng desainer dari Malaysia, Turki, dan Korea Selatan.
Asian Student Fashion Week juga menjadi bagian dari presentasi tugas akhir mahasiswa Sarjana Terapan Desain Mode UM.
Setiap mahasiswa diwajibkan menampilkan lima koleksi busana dalam format mini collection sebagai bentuk implementasi karya desain mereka.
Dosen Tata Busana Fakultas Vokasi UM sekaligus Koordinator Asian Student Fashion Week, Agus Sunandar, mengatakan cakupan peserta tahun ini jauh lebih luas dibanding sebelumnya.
“Hampir seluruh perguruan tinggi desain mode di Indonesia ikut ambil bagian,” jelas Agus.
Menurut dia, kampus negeri maupun swasta yang tergabung dalam asosiasi desain mode Indonesia turut hadir dalam ajang tersebut.
Ketua Indonesian Mode Association (IMODEA), Tjok Istri Ratna, menyebut asosiasi tersebut saat ini memiliki 25 anggota perguruan tinggi.
Ia menilai keberadaan IMODEA penting untuk memperkuat pengembangan dunia fashion berbasis keilmuan dan kolaborasi.
“Kami juga mendukung tujuan Indonesia yang ingin menjadi pusat ethical fashion. Tujuan itu harus diperjuangkan dan tidak bisa sendiri,” ujar Ratna.
Salah satu desainer yang tampil dalam ajang tersebut adalah Nur Abidah melalui brand Keanokids.
Ia menghadirkan koleksi bertajuk Spring Blossom yang mengusung konsep dunia anak yang ceria dan penuh imajinasi.
Abidah menjelaskan seluruh desain dibuat dengan prinsip kids friendly, mulai dari pemilihan bahan hingga fleksibilitas busana saat digunakan anak.
“Karena itu pemilihan material sangat serius,” katanya.
Ia juga menambahkan koleksi tersebut dirancang fleksibel menggunakan permainan kancing dan resleting sehingga nyaman dipakai berbagai bentuk tubuh anak.
“Baju yang ditampilkan bisa dipakai anak dengan torso kecil maupun besar. Pemakaiannya cepat tanpa ribet,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian