Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Kafirun Turun karena Iming-Iming Kafir Quraisy kepada Nabi

Tauhid Wijaya • Jumat, 15 Mei 2026 | 05:29 WIB
ENAM AYAT: Surat Al Kafirun digolongkan sebagai surat Makkiyah. Isinya tentang penegasan ketauhidan.
ENAM AYAT: Surat Al Kafirun digolongkan sebagai surat Makkiyah. Isinya tentang penegasan ketauhidan.

 

RADAR MALANG- Surat Al Kafirun merupakan surat ke-109 dalam Al Qur’an. Terdiri dari enam ayat dan digolongkan sebagai surat Makkiyah. Isinya tentang penegasan ketauhidan alias pengesaan Allah.

Ada sejumlah riwayat yang menceritakan latar belakang turunnya surat ini. Salah satunya dari Ibnu Abbas yang mengisahkan tentang sejumlah tawaran orang-orang kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat An Nas dan Al Falaq Turun karena Ini

Pertama, mereka bersedia memberikan hartanya kepada Nabi sehingga Nabi akan menjadi orang paling kaya di Makkah. Atau, yang kedua, jika mau, Nabi boleh menikahi perempuan mana saja yang beliau sukai dari kalangan mereka. 

Mereka berkata, “Ini (semua tawaran itu, ed.) untukmu Muhammad, asalkan engkau tidak lagi mencaci tuhan kami dan tidak menyudutkannya dengan keburukan. Jika engkau tidak mau juga, maka sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun saja.”

Menanggapi hal itu, Nabi bersabda, “Tunggulah hingga aku mendapat jawaban dari Rabb-ku.” Kemudian, Allah menurunkan ayat 1-6 surat Al Kafirun. Dan, turun juga ayat 64 surat Az Zumar. Demikian hadis riwayat Thabrani dan Ibnu Abi Hatim.

Dalam hadis lain disebutkan bahwa Wahab mengisahkan orang-orang kafir Quraisy yang berkata kepada Nabi Muhammad SAW sebagai berikut: “Seandainya engkau tidak berkeberatan mengikuti kami (menyembah tuhan kami) selama setahun, maka kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula.” Atas hal itu, Allah lalu menurunkan ayat 1-6 surat Al Kafirun. (HR Abdurrazaq)

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Ikhlash Turun untuk Jawab Pertanyaan Orang Yahudi tentang Ini

Sementara, dari hadis riwayat Ibnu Abi Hatim disebutkan bahwa Sa’id bin Mina’ berkata bahwa Khalid bin al Mughirah, al ‘Ashi bin Wail, al Aswad bin al Muthliib, dan Umayyah bin Khalaf menemui Rasulullah SAW dan berkata sebagai berikut:

“Wahai Muhammad, marilah kita bersama menyembah apa yang kami sembah. Dan, kami pun akan menyembah apa yang engkau sembah. Kita berserikat dalam segala hal, engkaulah yang memimpin kami.” Atas hal itu, lalu turun ayat 1-6 surat Al Kafirun.

Secara lengkap, isi surat Al Kafirun adalah sebagai berikut:

1)      Qul yaa ayyuhal kaafiruun

Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir.”

2)      Laa a’budu maa ta’buduun

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

3)      Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud

Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah

4)      Walaa ana ‘aabidun maa ‘abadtum

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah

5)      Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud

Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

6)      Lakum diinukum waliya diin

Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

 

*) Diolah dari Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As Suyuthi yang dialihbahasakan menjadi Asbabun Nuzul, Latar Belakang Turunnya Ayat-Ayat Al Qur’an terjemahan Zenal Mutaqin dkk.

 

Editor : Tauhid Wijaya
#ngaji jumat #asbabun nuzul #imam as suyuthi #surat al kafirun