MALANG, RADAR MALANG - Tidak sedikit orang rela bangun tengah malam, menahan dingin menusuk, lalu berdesakan di atas Jeep hanya demi satu momen yaitu melihat matahari terbit di Gunung Bromo. Dan memang, sekali melihat semburat cahaya keemasan muncul perlahan di balik siluet gunung dan lautan awan, rasanya semua perjuangan itu langsung terbayar lunas.
Namun, berburu sunrise di Bromo ternyata tidak bisa asal datang. Ada bulan terbaik, jam ideal, bahkan strategi tertentu supaya pengalaman menikmati golden sunrise tidak berakhir zonk karena kabut tebal atau terlalu ramai wisatawan.
Baca Juga: 10 Kuliner Murah di Kota Malang yang Wajib Dicoba Tahun IniBaca Juga: 10 Kuliner Murah di Kota Malang yang Wajib Dicoba Tahun Ini
Jam Terbaik Berburu Sunrise di Bromo
Kalau ingin mendapatkan pemandangan sunrise yang maksimal, wisatawan disarankan sudah berada di spot viewing sebelum pukul 04.30 WIB. Matahari biasanya mulai muncul sekitar pukul 04.30 hingga 05.30 WIB, tergantung musim dan kondisi cuaca.
Karena itulah, sebagian besar perjalanan Jeep menuju area viewing dimulai sejak pukul 03.00 hingga 03.30 WIB dari titik keberangkatan seperti Tumpang, Malang, atau Cemoro Lawang.
Spot favorit untuk menikmati sunrise antara lain:
-
Penanjakan 1
-
Kingkong Hill
-
Bukit Cinta
Ketiga lokasi tersebut terkenal karena menawarkan panorama langsung ke Gunung Bromo, Gunung Batok, hingga Gunung Semeru yang tampak megah di kejauhan. Banyak wisatawan berpengalaman menyarankan datang lebih awal sekitar 30–45 menit sebelum matahari terbit. Selain mendapat posisi terbaik untuk foto, kalian juga bisa menikmati suasana langit perlahan berubah warna dari gelap kebiruan menjadi jingga keemasan.
Baca Juga: Lagi Cari Camilan Hangat? Ini 3 Rekomendasi Tempat Pisang Goreng Favorit di Kota Malang
Mei hingga Oktober Jadi “Golden Season” Bromo
Kalau membahas bulan terbaik ke Bromo, jawabannya hampir selalu sama: musim kemarau.
Periode Mei hingga Oktober dianggap sebagai waktu paling ideal karena langit cenderung cerah, minim hujan, dan kabut lebih tipis dibanding musim penghujan. Bahkan, bulan Juni sampai Agustus sering disebut sebagai prime time-nya Bromo. Pada periode ini, peluang mendapatkan sunrise sempurna jauh lebih besar dengan visibilitas yang sangat jelas.
Baca Juga: Tebing dan Laut Jadi Satu View, Pantai Ini Jadi Rekomendasi untuk Healing dari Penat Kuliah
Tidak hanya sunrise, wisatawan juga berkesempatan melihat milky way pada malam hari ketika cuaca benar-benar cerah. Fenomena ini membuat Bromo menjadi surga bagi fotografer landscape dan pecinta astrofotografi.
Menariknya lagi, suhu Bromo saat musim kemarau bisa turun hingga 5 derajat celcius, bahkan mendekati nol derajat pada dini hari. Di beberapa waktu tertentu, kawasan Bromo juga memunculkan fenomena embun upas atau frost tipis yang menyerupai salju.
Baca Juga: Ingin Ganti Look Rambut agar Lebih Berbeda? Coba Rekomendasi Warna Ini
Hindari Weekend Kalau Ingin Lebih Tenang
Satu hal yang sering dikeluhkan wisatawan saat ke Bromo adalah ramainya pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Kalau ingin menikmati suasana yang lebih tenang dan nyaman untuk berburu foto, datanglah pada hari kerja. Selain tidak terlalu padat, antrean Jeep dan akses menuju spot sunrise biasanya juga lebih lancar.
Selain itu, jangan lupa menyiapkan pakaian hangat. Suhu dini hari di kawasan Gunung Bromo bisa sangat dingin, terutama pada musim kemarau. Jaket tebal, sarung tangan, kupluk, dan alas kaki nyaman wajib masuk daftar perlengkapan.
Jadi, kalau kalian berencana liburan ke Bromo dalam waktu dekat, pastikan datang di musim yang tepat dan jangan kesiangan.
Editor : Aditya Novrian