Kafe modern boleh mendominasi di Malang Raya. Tetapi warkop bernuansa jadul tetap punya tempat di hati anak muda. Suasana nostalgia dengan dekorasi lawas dan kopi murah kini justru menjadi pengalaman nongkrong yang dicari.
MALANG, RADAR MALANG - Kafe bergaya industrial dan minimalis kini menjamur di berbagai sudut Malang Raya. Bangunan modern dengan warna monokrom dan furnitur estetik seolah menjadi pakem baru tempat nongkrong anak muda.
Namun, di tengah tren tersebut, Warung Kopi (Warkop) Nurul justru tampil kontras. Berlokasi di kawasan Dau, tempat ini mencuri perhatian lewat bangunan berwarna biru tosca dan kuning terang dengan suasana yang mengingatkan pada warung kopi era 1990-an.
Nuansa jadul terasa dari berbagai sudut ruangan. Radio lawas, televisi tabung, hingga pajangan barang-barang lama memenuhi area warung kopi tersebut.
Diki Oktavian, karyawan Warkop Nurul, mengatakan seluruh ornamen yang ada merupakan koleksi pribadi pemilik. Barang-barang itu didapat dari hasil berburu di toko loak dan sengaja dipajang untuk memperkuat konsep vintage.
”Konsepnya memang sengaja dibuat vintage karena owner kami adalah kolektor benda unik,” terangnya.
Tak hanya ornamen, suasana warung kopi tradisional juga diperkuat lewat keberadaan jajanan lawas yang biasa ditemui di warung pinggir jalan. Pengunjung seperti diajak kembali pada suasana nongkrong sederhana yang kini mulai jarang ditemui.
Menariknya, barang-barang tersebut bukan sekadar dekorasi tempelan. Sebagian besar masih mempertahankan bentuk asli tanpa banyak sentuhan modernisasi sehingga memberi kesan autentik.
Di tengah maraknya tempat nongkrong yang berlomba tampil modern, Warkop Nurul justru menawarkan pengalaman berbeda. Tempat ini tidak mencoba tampil mewah, melainkan menghadirkan ruang yang dekat dengan memori keseharian masyarakat.
Menurut Diki, mayoritas pengunjung justru berasal dari kalangan anak muda dan mahasiswa. Banyak yang datang karena penasaran dengan konsep jadul yang berbeda dari kebanyakan kafe saat ini.
”Rata-rata yang datang ke sini memang anak muda dan mahasiswa. Apalagi kalau sudah weekend, tempat ini sangat ramai,” ujarnya.
Fenomena tersebut menunjukkan munculnya ketertarikan baru terhadap ruang bernuansa nostalgia. Di tengah budaya nongkrong modern, suasana sederhana ala warung kopi lama ternyata tetap memiliki tempat di kalangan generasi muda. (ori/adn)
Editor : A. Nugroho