MALANG, RADAR MALANG - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, umat Islam mulai berburu hewan kurban yang sehat dan berkualitas untuk pelaksanaan ibadah kurban. Agar ibadah berjalan sesuai syariat, pemilihan hewan kurban tidak boleh dilakukan secara asal. Masyarakat perlu memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat, layak, serta memenuhi ketentuan yang dianjurkan dalam Islam.
Ibadah kurban menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan. Setiap tahunnya, umat Islam di berbagai penjuru dunia melaksanakan kurban sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT sekaligus bentuk kepedulian dan berbagi kepada sesama. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara memilih hewan kurban yang baik dan sesuai syariat agar ibadah kurban yang dijalankan sah serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Dalam ibadah kurban, pemilihan hewan tidak boleh dilakukan sembarangan karena harus memenuhi ketentuan syariat, seperti usia yang sesuai, kondisi sehat, dan bebas dari cacat. Jika syarat ini tidak terpenuhi, keabsahan kurban dapat terpengaruh, sehingga penting memahami cara memilih hewan yang tepat sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Selain sebagai ibadah, kurban juga memiliki nilai sosial yang besar. Dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga menghadirkan kebahagiaan pada Iduladha. Saat ini, pelaksanaannya juga berkembang melalui program modern yang mendukung peternak lokal serta penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana hingga Palestina melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS RI.
Baca Juga: Kurban Experience 2026: Strategi Baznas Ratakan Gizi Nasional di Idul Adha 2026
Pentingnya Memahami Tips Memilih Hewan Kurban dalam Islam
Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi wujud ketakwaan kepada Allah SWT. Karena itu, memilih hewan yang terbaik menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah sekaligus menghindari penipuan, seperti hewan sakit, kurus, atau belum cukup umur.
Hewan yang sehat menghasilkan daging berkualitas dan layak dibagikan kepada masyarakat, sesuai ajaran Islam untuk memberi yang terbaik. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW melarang kurban dengan hewan buta, sakit parah, pincang, atau sangat kurus karena kondisi fisik menentukan keabsahan ibadah.
Di era modern, pemahaman ini semakin penting karena pembelian banyak dilakukan secara online atau melalui lembaga penyalur. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memastikan lembaga yang dipilih amanah dan sesuai syariat.
Tips Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat Islam dan Berkualitas
Memilih Hewan Kurban yang Tepat dan Sesuai Syariat
Dalam Islam, hewan kurban hanya berasal dari ternak tertentu, yaitu kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Hewan di luar itu tidak sah meski bernilai tinggi. Kambing dan domba umumnya untuk kurban individu karena lebih terjangkau, sedangkan sapi atau kerbau dapat untuk tujuh orang sesuai kemampuan.
Tips penting lainnya adalah memastikan hewan berasal dari peternakan terpercaya. Hewan yang terawat baik, diberi pakan sehat, dan dipelihara di lingkungan bersih cenderung lebih sehat dan layak dikurbankan. Saat ini, banyak lembaga resmi bekerja sama dengan peternak lokal untuk menjaga kualitas hewan, seperti program kurban dari BAZNAS RI yang juga memberdayakan peternak binaan demi meningkatkan kesejahteraan desa.
Memastikan Umur Hewan Kurban Sesuai Ketentuan Syariat
Usia hewan menjadi syarat utama dalam ibadah kurban yang sering diabaikan. Banyak orang belum memahami ketentuan ini sehingga berisiko membeli hewan yang belum cukup umur. Dalam syariat Islam, kambing minimal berusia satu tahun atau memasuki tahun kedua, domba minimal enam bulan jika sudah cukup besar dan sehat, sedangkan sapi dan kerbau minimal dua tahun.
Salah satu cara memilih hewan kurban yang tepat adalah memeriksa kondisi giginya, karena hewan yang sudah cukup umur umumnya telah mengalami pergantian gigi depan. Penjual yang terpercaya biasanya memahami pengecekan ini. Menentukan usia hewan sangat penting karena berpengaruh langsung pada keabsahan kurban, sebab hewan yang tampak besar belum tentu memenuhi syarat umur.
Memastikan Kesehatan dan Kondisi Fisik Hewan Kurban
Kesehatan hewan menjadi faktor utama dalam memilih hewan kurban. Hewan yang sakit atau cacat tidak memenuhi syarat sah kurban dalam syariat Islam. Hewan yang sehat biasanya memiliki mata cerah, bulu bersih, nafsu makan baik, dan gerak aktif, sedangkan hewan lesu, kurus, atau mengeluarkan cairan dari hidung dan mata perlu dihindari.
Dalam Islam, hewan yang pincang parah, buta, telinga rusak berat, atau sakit serius tidak boleh dijadikan kurban, sehingga pemeriksaan fisik harus dilakukan dengan teliti. Menjelang Iduladha, pemerintah biasanya melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, namun pembeli tetap perlu mengecek secara mandiri. Memilih hewan yang sehat juga mencerminkan kepedulian kepada penerima daging kurban, karena Islam mengajarkan untuk memberikan yang terbaik kepada sesama.
Menentukan Bobot Ideal Hewan Kurban
Hewan yang terlalu kurus tidak dianjurkan untuk kurban karena kualitas dagingnya kurang baik dan bisa menjadi tanda gangguan kesehatan. Karena itu, penting memperhatikan bentuk tubuh hewan yang ideal, seperti proporsional, dada berisi, dan tulang tidak menonjol.
Bobot yang ideal menghasilkan daging lebih berkualitas dan cukup untuk dibagikan kepada banyak penerima, sesuai tujuan kurban sebagai sarana berbagi kebahagiaan. Kondisi hewan yang sehat dan gemuk juga menunjukkan perawatan yang baik dari peternak, sekaligus menjadi nilai tambah dalam ibadah kurban. Dengan memilih hewan berkualitas, umat Islam turut menjaga dan memuliakan syiar Islam.
Memastikan Sumber Pembelian Hewan Kurban yang Terpercaya
Layanan kurban online kini memudahkan masyarakat, namun pemilihan lembaga tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan memilih pihak yang transparan dalam seluruh proses, mulai dari pembelian hewan, penyembelihan, hingga distribusi daging, serta memiliki rekam jejak yang baik dan amanah.
Salah satu lembaga terpercaya di Indonesia adalah BAZNAS RI melalui program “Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026” yang memfasilitasi kurban secara digital dan ritel modern. Program ini juga memberdayakan peternak kecil melalui Balai Ternak di berbagai daerah. Dengan memilih lembaga yang amanah, pelaksanaan kurban menjadi lebih tenang karena sesuai syariat dan tepat sasaran.
Memahami cara memilih hewan kurban menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah Iduladha. Hewan yang dipilih harus sesuai syariat, cukup umur, sehat, tidak cacat, dan berasal dari sumber yang terpercaya agar ibadah sah serta bernilai berkah bagi pekurban maupun penerima.
Selain itu, pemilihan lembaga penyalur kurban yang amanah juga perlu diperhatikan agar distribusi daging berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor : Aditya Novrian