MALANG, RADAR MALANG – Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pila makan sehat, sourdough mulai banyak dipilih sebagai alternatif roti yang dianggap lebih aman bagi pencernaan serta tidak mudah memicu kenaikan gula darah. Jika dibandingkan dengan roti pada umumnya yang dibuat menggunakan ragi instan, sourdough melalui proses fermentasi alami yang berlangsung lebih lama dengan bantuan kultur bakteri asam laktat.
Proses fermentasi tersebut memberikan perubahan pada komposisi tepung, sehingga menghasilkan roti yang dinilai lebih mudah dicerna dan lebih bersahabat bagi sistem metabolisme tubuh. Pemahaman mengenai keunggulan dari sourdough ini dapat membantu dalam mengatur konsumsi karbohidrat harian secara lebih seimbang dan terkontrol.
Perbandingan Gizi Sourdough dan Roti pada Umumnya
Terdapat beberapa perbedaan kandungan nutrisi antara roti sourdough dan jenis roti lainnya, terutama ketika menggunakan bahan dasar tepung yang sama. Berikut perbandingannya.
Kalori
Sourdough memiliki kandungan kalori paling tinggi, yaitu sekitra 319 kalori per 100 gram. Sebagai perbandingan, roti putih mengandung 238 kalori, roti gandung 252 kalori, dan roti biji-bijian utuh sekitar 256 kalori.
Protein
Dari sisi protein, sourdough mengandung sekitar 13 gram. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding roti putih (10,7 gram) dan roti gandum (12,4 gram), namun masih sedikit di bawah roti biji-bijian utuh yang mencapai 13,4 gram.
Serat dan Lemak
Untuk kandungan serat, sourdough berada di angka sekitar 3,1 gram, lebih rendah dibanding roti putih (9,2 gram), roti gandung utuh (6 gram), dan roti gandung kasar (7,4 gram), sementara itu, kandungan lemaknya sekitar 2,14 gram dan relatif mirip dengan roti putih.
Baca Juga: Tips Mengolah Daging Kurban Idul Adha Agar Empuk dan Gak Bau Prengus
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Roti Sourdough
Sebelum membeli roti sourdough di toko roti, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tidak salah pilih.
Tidak semua sourdough sama
Banyak produk di pasaran yang hanya berlabel “sourdouugh”, tetapi sebenarnya masih menggunakan ragi komersial dan tidak melalui proses fermentasi alami yang panjang. Hal ini membuat manfaat kesehatan bisa berbeda dengan sourdough tradisional.
Tidak cocok untuk penderita celiac
Meskipun dianggap lebih mudah dicerna, sourdough tetap mengandung gluten. Karena itu, roti ini tidak aman dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac atau orang dengan intoleransi gluten yang parah.
Roti sourdough dikenal memiliki sejumlah manfaat kesehatan dibandingkan roti biasa, terutama karena proses fermentasi alaminya. Proses ini dapat membantu meningkatkan daya cerna, menurunkan indeks glikemik, mendukung kesehatan sistem percernaan, serta membantu penyerapan nutrisi secara optimal.
Konsumsi makanan fermentasi seperti sourdough jua diyakini dapat memberikan efek positif terhadap keseimbangan mikrobioma usus. Dalam konteks pola makan yang sehat. Sourdough dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat yang lebih baik ketika dikonsumsi secara seimbang.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, disarankan memilih sourdough yang diproduksi secara tradisional dengan proses fermentasi panjang. Selain itu, penting untuk memperhatikan komposisi bahan, termasuk menghindari produk dengan tambahan gula atau bahan pengawet berlebih.
Editor : Aditya Novrian