Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Ma’un Turun setelah Abu Jahal Hardik Bocah Yatim yang Minta Ini

Tauhid Wijaya • Jumat, 22 Mei 2026 | 05:45 WIB
TUJUH AYAT: Surat Al Ma
TUJUH AYAT: Surat Al Ma'un merupakan surat ke-107 dalam Al Qur'an.

 

RADAR MALANG- Surat Al Ma’un tergolong surat Makkiyah. Ini merupakan surat ke-107 dalam Al Qur’an. Terdiri dari tujuh ayat yang isinya sarat dengan pesan sosial.

Tentang latar belakang turunnya (asbabun nuzul) surat ini, Wahbah Az Zuhaili dalam At Tafsirul Munir sebagaimana dikutip Muhammad Hanif Rahman dalam NU Online mengatakan, ada riwayat yang mengatakan bahwa surat itu terkait dengan Abu Jahal.

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Kafirun Turun karena Iming-Iming Kafir Quraisy kepada Nabi

Abu Jahal pernah diamanahi anak yatim. Lalu, suatu ketika bocah itu mendatanginya dalam keadaan tidak berpakaian dan meminta hartanya yang disimpan Abu Jahal. Namun, Abu Jahal menolaknya. 

Sementara, riwayat dari Ibnu Juraij menyebut bahwa ayat dalam surat itu terkait dengan Abu Sufyan. Setiap minggu ia selalu menyembelih unta atau domba. Lalu ada anak yatim yang meminta bagian. Tapi, Abu Sufyan malah menghardik dengan tongkatnya. Kemudian, turunlah surat Al Ma’un.

Adapun Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul yang telah diterjemahkan Zenal Mutaqin dkk menjadi Asbabun Nuzul, Latar Belakang Turunnya Ayat-Ayat Al Qur’an mengutip riwayat Ibnu Abbas untuk menjelaskannya.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat 4-7 surat Al Ma’un turun terkait kaum munafik yang berbuat riya’ terhadap kaum mukminin dalam melaksanakan shalat. Jika kaum mukminin tidak ada, mereka meninggalkan shalat. Dan mereka (kaum munafik) juga enggan memberikan bantuan maupun pinjaman. (HR Ibnul Mundzir)

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul, Surat Al Lahab Turun karena Kelakuan Istri Abu Lahab Berikut Ini

Tentang riwayat mengenai Abu Jahal di atas, Syekh Nawawi Al Bantani dalam At Tafsirul Munir li Ma’alimit Tanzil sebagaimana dikutip Hanif Rahman, punya penjelasan lebih panjang. Begitu ditolak oleh Abu Jahal, bocah yatim yang meminta hartanya itu sempat diolok-olok para pembesar Quraisy. “Laporkan kepada Muhammad. Dia akan menolongmu.”

Benar saja, si bocah yang polos pergi kepada Nabi SAW. Ia minta tolong agar Nabi memintakan hartanya kepada Abu Jahal. Lalu, Nabi yang tak pernah menolak permintaan orang itu bergegas menemui Abu Jahal bersama si bocah.

Sesampainya di sana, Abu Jahal langsung menuruti permintaan Nabi untuk menyerahkan harta milik si bocah yatim. Melihat hal itu, orang-orang kafir Quraisy mengejeknya. “Kamu sudah ikut agama Muhammad.”

Tapi, Abu Jahal menyangkalnya, “Aku tetap pada agama nenek moyang.”

Ia lantas membuka alasan di balik sikapnya yang langsung menuruti permintaan Nabi. “Aku melihat di sisi kanan Muhammad terdapat tombak yang mengarah kepadaku. Aku takut bila tidak menurutinya, tombak itu akan melesat kepadaku.”

Secara lengkap isi Surat Al Ma'un adalah sebagai berikut:

1)      Ara aytalladzii yukadzdzibu biddiin

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2)      Fadzaalikalladzii yadu’ ’ul yatiim

Itulah orang yang menghardik anak yatim

3)      Walaa yahudldlu ‘alaa tha’aamil miskiin

Dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin

4)      Fawailul lil mushalliin

Celakalah orang yang melaksanakan shalat

5)      Alladzzinahum ‘an shalaatihim saahuun

(yaitu) yang lalai terhadap shalatnya

6)      Alladziinahum yuraauun

Yang berbuat riya’

7)      Wayamna’uunal maa’uun

Dan enggan (memberi) bantuan

 

 

Editor : Tauhid Wijaya
#ngaji jumat #asbabun nuzul #imam as suyuthi #wahbah az zuhaili