MALANG RAYA, RADAR MALANG – Tren Pokémon card kembali booming di Malang Raya karena nilai kartu langka yang bisa mencapai jutaan rupiah. Aktivitas membuka booster pack kini tidak lagi identik dengan permainan anak-anak, melainkan berkembang menjadi hobi koleksi, sarana membangun komunitas, hingga peluang investasi yang menjanjikan.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas para kolektor yang berburu kartu langka melalui berbagai seri terbaru maupun kartu-kartu lawas yang jumlahnya semakin terbatas di pasaran. Euforia berburu kartu juga semakin meluas berkat pengaruh media sosial dan siaran langsung yang menampilkan momen mendapatkan kartu bernilai tinggi.
Pokémon Card Berubah dari Hobi Menjadi Investasi
Kartu Pokémon kini tidak hanya dikoleksi karena faktor nostalgia. Banyak kolektor mulai melihatnya sebagai aset koleksi yang berpotensi mengalami kenaikan nilai dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Indomaret Fun Run 2026 Hadir di Malang pada 5 Juli, Simak Kuota dan Rute yang Dilewati
Naufal Mahdi Imtyas, salah seorang penggemar Pokémon card, menilai perkembangan komunitas kolektor di Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, daya tarik utama tren tersebut terletak pada peluang mendapatkan kartu dengan nilai jual tinggi.
“Menurut saya ada perkembangan yang signifikan. Semakin banyak orang yang ingin mencoba peruntungan dengan kartu Pokémon,” ujarnya.
Di kalangan kolektor, kartu dengan tingkat kelangkaan tertentu menjadi incaran utama karena harganya dapat meningkat berkali-kali lipat dibanding harga saat pertama kali dirilis.
Aktivitas Brewek Semakin Populer di Malang
Di Malang, aktivitas yang dikenal dengan istilah "brewek" atau membuka booster pack bersama mulai semakin sering dilakukan oleh komunitas maupun kolektor individu.
Baca Juga: Benarkah Bluetooth Earphone Memancarkan Radiasi? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kegiatan tersebut menjadi momen berburu kartu langka yang memiliki nilai jual tinggi di pasar koleksi. Selain memberikan pengalaman yang menyenangkan, aktivitas itu juga memperkuat interaksi antarkolektor.
Tidak sedikit peserta yang rela membeli beberapa paket kartu sekaligus demi meningkatkan peluang mendapatkan kartu dengan kategori langka atau edisi khusus.
Kolektor Dewasa Mendominasi Pasar
Menariknya, tren Pokémon card saat ini justru lebih banyak digerakkan oleh kalangan dewasa dibandingkan anak-anak.
Selain faktor nostalgia terhadap serial dan permainan Pokémon yang populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an, kolektor dewasa dinilai memiliki kemampuan finansial yang lebih besar untuk membeli booster pack maupun produk edisi premium.
Baca Juga: Dari Energi Sampai Otot, Ini Alasan Daging Merah Penting untuk Tubuh
Menurut Naufal, kenaikan harga kartu-kartu lama menjadi salah satu alasan utama tren Pokémon card kembali mengalami lonjakan popularitas.
Semakin tua usia kartu dan semakin terbatas jumlah yang beredar, maka peluang kenaikan nilainya juga semakin besar. Di sisi lain, produsen terus menghadirkan seri-seri baru dengan desain eksklusif yang membuat kolektor terus berburu.
Media Sosial Jadi Pemicu Lonjakan Tren
Perkembangan media sosial menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat pertumbuhan komunitas Pokémon card di Indonesia.
Banyak kreator konten dan influencer membagikan pengalaman saat membuka paket kartu melalui video pendek maupun siaran langsung. Momen ketika mendapatkan kartu langka sering kali memicu rasa penasaran penonton untuk ikut mencoba.
Baca Juga: Daftar Kampus di Malang yang Menyediakan Jalur Kelulusan Alternatif lewat Karya Inovatif
“Livestream juga bikin orang makin tertarik karena euforianya terasa langsung,” kata Naufal.
Meski masih dianggap sebagai hobi anak-anak oleh sebagian kalangan, Pokémon card kini berkembang menjadi ruang baru bagi anak muda untuk membangun jejaring pertemanan, memperluas komunitas, sekaligus mengembangkan koleksi yang berpotensi memiliki nilai investasi tinggi di masa depan. (shy/adn)
Editor : Aditya Novrian