Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Skripsi hingga Pinjol, Ini Masalah yang Paling Banyak Mengganggu Mental Mahasiswa

Nahdiatul Affandiah • Kamis, 4 Juni 2026 | 16:16 WIB
Tim Layanan Konseling UB Dian Sudiono MPsi saat memberi penjelasan kesehatan mental kepada peer counselor Fakultas Vokasi, Universitas Brawijaya, Kamis (4/6). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
Tim Layanan Konseling UB Dian Sudiono MPsi saat memberi penjelasan kesehatan mental kepada peer counselor Fakultas Vokasi, Universitas Brawijaya, Kamis (4/6). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Tekanan akademik, konflik keluarga, kesulitan beradaptasi, hingga masalah keuangan menjadi faktor yang kerap memicu munculnya gangguan psikologis.

Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kecemasan, burnout, kesepian, hingga kehilangan kepercayaan diri akibat tekanan yang datang dari berbagai aspek kehidupan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas perkuliahan dan memengaruhi masa depan mereka.

Skripsi dan Tugas Kuliah Kerap Memicu Burnout

Tekanan akademik menjadi salah satu penyebab yang paling sering ditemui. Tumpukan tugas, tuntutan nilai, hingga proses penyusunan skripsi membuat sebagian mahasiswa mengalami kelelahan mental.

Baca Juga: Fakultas Vokasi UB Latih Mahasiswa Jadi Penggerak Mitigasi Mental Health

Kondisi itu sering diperparah oleh kebiasaan menunda pekerjaan dan buruknya manajemen waktu. Akibatnya, pekerjaan menumpuk dan memunculkan stres berkepanjangan.

“Selain itu ada juga mahasiswa yang harus menghadapi kesulitan adaptasi, konflik relasi, hingga tekanan sosial,” ujar Tim Layanan Konseling UB Dian Sudiono MPsi.

Menurut dia, persoalan yang tampak sederhana bisa berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius jika tidak segera ditangani.

Tidak Hanya Akademik, Masalah Finansial Juga Membebani

Gangguan kesehatan mental mahasiswa tidak selalu berasal dari dunia perkuliahan. Sebagian mahasiswa juga menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat.

Baca Juga: Mahasiswa Asal Sumut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Lowokwaru Malang, Tinggalkan Sejumlah Pesan di Ponsel

Kesulitan finansial bahkan membuat sebagian mahasiswa terjerat pinjaman online atau utang. Situasi tersebut dapat memicu kecemasan yang terus-menerus dan berdampak pada kondisi psikologis mereka.

Selain masalah ekonomi, konflik keluarga, hubungan pertemanan, hingga persoalan percintaan juga menjadi faktor yang cukup sering memengaruhi kesehatan mental mahasiswa.

Jangan Langsung Self-Diagnose

Dian mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi yang dialami sebagai gangguan mental tertentu tanpa pemeriksaan profesional.

Menurutnya, langkah yang lebih tepat adalah mencari bantuan ketika rasa cemas, stres, atau tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Ketika kecemasan sudah mengganggu kegiatan harian, mahasiswa sebaiknya mulai berkonsultasi dengan psikolog profesional,” jelasnya.

Ia menilai penanganan sejak dini penting dilakukan agar masalah yang dialami tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih berat dan berdampak pada pendidikan maupun karier mahasiswa di masa depan.

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
#mental issue mahasiswa #skripsi mahasiswa #burnout mahasiswa #pinjaman online mahasiswa #kesehatan mental mahasiswa