Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jadi Pejabat Itu Harus Punya Kompetensi atau Cukup Loyalitas? Penunjukan Kepala BGN Jadi Sorotan BEM UGM

Parahita Ade Kumala • Senin, 8 Juni 2026 | 23:00 WIB
Loyalitas vs Kompetensi debat panas eks ketua bem ugm (instagram/ruangdogma)
Loyalitas vs Kompetensi debat panas eks ketua bem ugm (instagram/ruangdogma)

BATU, RADAR BATU - Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2 Juni 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta memicu perdebatan publik. Kritik muncul dari Ketua BEM UGM periode 2025/2026, Tiyo Ardianto, yang menilai jabatan strategis seharusnya mengutamakan kompetensi, integritas, dan rekam jejak, bukan sekadar loyalitas politik.

Tiyo Ardianto menyampaikan kritiknya dalam pernyataan yang ditayangkan Kompas TV. Ia menyoroti bahwa pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan kapasitas teknis di bidang kesehatan, nutrisi, dan tata kelola kebijakan publik. Menurutnya, tanpa kompetensi yang memadai, efektivitas program berisiko tidak optimal.

Ia juga menilai bahwa pejabat publik idealnya tidak hanya dipilih berdasarkan kedekatan atau loyalitas politik. Tiyo menekankan pentingnya moralitas dan keahlian agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

Baca Juga: Jalan Panjang Said Iqbal yang Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Penunjukan ini kemudian memicu diskusi lebih luas di masyarakat. Warganet mempertanyakan apakah jabatan publik lebih mengutamakan kemampuan teknis atau kesetiaan terhadap arah politik pemerintah. Perdebatan ini memperlihatkan meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi seleksi pejabat negara.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan bahwa penunjukan Nanik dilakukan untuk memperkuat tata kelola dan mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah menilai pengalaman Nanik di internal BGN menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses pergantian kepemimpinan.

Dalam catatan resmi, Nanik S. Deyang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sejak 17 September 2025. Ia juga dikenal memiliki latar belakang sebagai wartawati dan pernah aktif dalam politik praktis.

Perdebatan ini menegaskan kembali tantangan dalam penempatan pejabat publik. Publik menuntut keseimbangan antara kompetensi teknis, integritas, dan loyalitas agar program strategis nasional dapat berjalan efektif dan dipercaya masyarakat.

Baca Juga: Di Malang, Operasi Patuh Semeru Batal Digelar Hari Ini

Editor : Aditya Novrian
#Nanik S. Deyang #BGN #Prabowo #Mbg