MALANG, RADAR MALANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat. Mulai Rabu (10/6), harga Pertamax mengalami penyesuaian dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut terjadi di tengah tekanan ekonomi yang juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat biaya transportasi harian menjadi salah satu pengeluaran yang semakin diperhitungkan oleh masyarakat.
Dengan tingginya penggunaan kendaraan pribadi di Indonesia, BBM merupakan kebutuhan yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit masyarakat yang mulai mencari alternatif untuk menekan pengeluaran transportasi, salah satunya melalui pemanfaatan transportasi umum.
Di Kota Malang, layanan transportasi umum seperti Trans Jatim Koridor Gajayana mulai dikenal dan digunakan oleh masyarakat. Kehadiran layanan ini menawarkan pilihan perjalanan dengan biaya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi atau layanan transportasi daring untuk jarak tertentu.
Meski demikian, penggunaan transportasi umum masih menghadapi sejumlah tantangan. Jangkauan rute yang terbatas membuat tidak semua kawasan dapat diakses secara langsung. Sebagian pengguna masih perlu berjalan kaki atau menggunakan moda transportasi lain untuk mencapai halte maupun titik pemberhentian terdekat. Kondisi tersebut dapat menambah waktu perjalanan, bahkan biaya tambahan apabila harus menggunakan ojek online sebagai penghubung.
Baca Juga: Financial Freedom Jadi Impian Gen Z, Mengapa Semakin Banyak yang Mengejarnya?
Selain itu, transportasi umum beroperasi dengan jadwal tertentu sehingga pengguna perlu menyesuaikan waktu keberangkatan dengan aktivitas yang dimiliki. Durasi perjalanan juga cenderung lebih panjang karena kendaraan berhenti di beberapa titik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Pada jam sibuk, seperti waktu berangkat dan pulang kerja atau sekolah, kepadatan penumpang berpotensi membuat pengguna harus menunggu armada berikutnya.
Di sisi lain, transportasi umum tetap memiliki sejumlah keuntungan. Selain membantu mengurangi pengeluaran bahan bakar, penggunaan transportasi massal dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan berkontribusi terhadap pengurangan kemacetan serta emisi kendaraan.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Kabupaten Malang 10 Juni 2026 Berpotensi Sebagian Besar Berawan
Di tengah kenaikan harga BBM, transportasi umum dapat menjadi salah satu alternatif penghematan bagi sebagian masyarakat. Namun, efektivitasnya masih bergantung pada aksesibilitas, jangkauan layanan, serta kesesuaian dengan kebutuhan mobilitas masing-masing pengguna. Dengan semakin berkembangnya layanan transportasi publik, peluang untuk beralih dari kendaraan pribadi pun semakin terbuka di masa mendatang.
Editor : Aditya Novrian