MALANG, RADAR MALANG - Meningkatnya jumlah mahasiswa pendatang yang masuk ke Kota Malang setiap tahun membuka berbagai peluang usaha di sektor hunian. Salah satu yang paling diminati adalah rumah kos. Melihat potensi tersebut, Tomoland menghadirkan konsep klaster rumah kos eksklusif yang menawarkan fasilitas lebih lengkap dibandingkan kos konvensional.
Marketing Tomoland, Rizki Sanjaya, mengatakan bahwa konsep kawasan menjadi nilai utama yang membedakan produk mereka dengan rumah kos pada umumnya. Menurutnya, penghuni tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang nyaman dan fasilitas pendukung yang memadai.
Pada kos konvensional, salah satu kendala yang sering ditemui adalah keterbatasan lahan parkir. Sementara pada kawasan kos Tomoland tersedia area parkir yang luas.
"Selain itu, di Tomoland juga terdapat fasilitas tambahan seperti masjid dan tidak lama lagi akan segera dibangun kafe atau restoran yang berada di dalam kawasan," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap unit kos di Tomoland dirancang dengan mengutamakan privasi penghuni melalui kamar yang dilengkapi kamar mandi pribadi.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi jalan lingkungan yang luas, masjid, serta sistem keamanan yang lebih terjamin. "Setiap penghuni juga mendapatkan kartu akses, sementara petugas keamanan berjaga selama 24 jam untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penghuni," beber Rizki.
Menurutnya, berbagai fasilitas tersebut menjadi nilai tambah yang membedakan konsep klaster rumah kos dari kos-kosan konvensional.
Karena itu, lanjut Rizki, dengan lingkungan yang lebih tertata dan fasilitas yang lengkap, mahasiswa diharapkan dapat merasa lebih nyaman. "Mereka juga bisa lebih betah selama menempuh pendidikan di Malang," pungkasnya. (aw)
Editor : A. Nugroho