Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berani Berdiri di Atas Satu Roda, Komunitas East Lectric Malang Satukan Pencinta Electric Unicycle

Nabila Amelia • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB
PERERAT HUBUNGAN: Anggota East Lectric berkumpul di kawasan Perumahan Araya pada Senin (15/6) lalu. (Nabila Amelia/Radar Malang)
PERERAT HUBUNGAN: Anggota East Lectric berkumpul di kawasan Perumahan Araya pada Senin (15/6) lalu. (Nabila Amelia/Radar Malang)

RADAR MALANG - Malam mulai turun di kawasan Perumahan Araya, Kota Malang. Belasan orang berkumpul membawa kendaraan yang sekilas tampak aneh. Tidak memiliki setang, hanya satu roda besar dengan pijakan di kedua sisinya. Meski terlihat sederhana, kendaraan itu mampu menyatukan orang-orang yang sebelumnya tak pernah saling mengenal.

Mereka adalah anggota East Lectric, komunitas pecinta electric unicycle (EUC) atau kendaraan roda satu listrik di Malang Raya. Komunitas yang resmi berdiri pada April 2026 itu kini menjadi rumah bagi para penghobi dari berbagai profesi yang dipertemukan oleh ketertarikan terhadap kendaraan listrik yang masih tergolong langka di Indonesia.

Berawal dari Media Sosial, Kini Rutin Berkumpul Setiap Pekan

Setiap pekan para anggota berkumpul untuk berlatih sekaligus berbagi pengalaman. Malam itu, Mieng, Edi Nugroho, Winda, Taufiq Saini, Cahyo Wibowo, Vanya, Jun, Awang hingga Anggriawan tampak saling bergantian menjajal lintasan.

Anggriawan bahkan rela menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam dari Pasuruan demi mengikuti agenda rutin tersebut.

"Karena sudah terbiasa, tidak terasa capek. Kalau ada kumpul rutin pasti diusahakan datang," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Batu Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 di Balai Kota Among Tani, Jadwal Dipilih pada Laga Tertentu

Menurut Edi Nugroho, seluruh anggota awalnya saling menemukan melalui media sosial. Mengingat jumlah pengguna EUC di Indonesia masih terbatas, Facebook dan Instagram menjadi ruang bertemu sebelum akhirnya membentuk komunitas East Lectric.

"Kami bisa kenal karena saling mencari di internet seperti di Facebook dan Instagram. Kemudian resmi menjadi komunitas East Lectric pada April 2026," katanya.

Belajar Naik EUC Tidak Semudah Kelihatannya

Mengendarai EUC membutuhkan keseimbangan tubuh yang baik. Tidak ada setang maupun sistem kemudi seperti sepeda atau sepeda motor. Seluruh kendali bergantung pada gerakan tubuh pengendara.

Karena itu, waktu belajar setiap orang berbeda-beda.

"Ada yang dua jam langsung bisa. Ada juga yang butuh waktu dua bulan baru berani turun ke jalan raya," ungkap Edi.

Salah satu anggota senior, Taufiq Saini, bahkan telah mengenal EUC sejak 2014 ketika bekerja di Singapura. Saat itu kendaraan tersebut belum tersedia di Indonesia sehingga ia membelinya langsung dari luar negeri.

Kini perkembangan teknologi membuat kemampuan EUC semakin meningkat. Jika generasi awal hanya mampu menempuh sekitar 10 kilometer dalam sekali pengisian daya, beberapa tipe terbaru dapat melaju hingga sekitar 100 kilometer.

Jatuh Jadi Bagian dari Proses Belajar

Di balik keseruannya, seluruh anggota sepakat bahwa keselamatan merupakan prioritas utama. Helm, pelindung tangan, hingga pelindung kaki menjadi perlengkapan wajib setiap kali berkendara.

Pengalaman terjatuh pun hampir pernah dirasakan semua anggota.

Baca Juga: Pengawasan Dapur MBG Makin Ketat, Pemkot Malang Siapkan Sanksi bagi SPPG Nakal

Cahyo Wibowo pernah terperosok ke sawah saat touring menuju Bukit Brakseng karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Pada kesempatan lain, ia juga mengalami cedera tangan setelah terjatuh ketika melintasi jalan berbatu.

Sementara Winda sempat mengalami kecelakaan di kawasan Sulfat setelah EUC yang dikendarainya mati mendadak akibat kerusakan. Insiden tersebut membuatnya harus menjalani masa pemulihan selama sekitar satu bulan.

Namun pengalaman itu tidak membuat mereka berhenti. Justru berbagai kejadian di perjalanan menjadi bahan belajar bersama agar setiap anggota semakin memahami teknik berkendara yang aman.

Touring Hingga Seribu Kilometer dan Gratis untuk Siapa Saja

East Lectric tak hanya rutin berlatih di Malang. Mereka juga aktif mengikuti touring bersama komunitas EUC dari berbagai daerah.

April lalu, mereka menjajal rute menuju Gunung Bromo bersama sekitar 30 rider dari berbagai kota. Bahkan Anggriawan pernah mengikuti Bentang Jawa, perjalanan sekitar 1.000 kilometer dari Jakarta hingga Banyuwangi menggunakan EUC.

Selain itu, komunitas ini rutin membuka free trial di kawasan Car Free Day Ijen. Masyarakat dapat mencoba sensasi mengendarai kendaraan roda satu tersebut secara gratis.

"Kami biasa menggelar free trial di dekat Gereja Ijen. Bahkan sering berlatih bersama komunitas disabilitas yang membuka stan di sana," tutur Edi.

Bagi anggota East Lectric, electric unicycle bukan sekadar kendaraan. Satu roda itu telah menjadi penghubung persahabatan, ruang belajar, sekaligus sarana menjelajah berbagai daerah bersama komunitas yang terus berkembang.

Editor : Aditya Novrian
#Electric Unicycle Malang #Komunitas EUC Malang #East Lectric #Kendaraan Roda Satu Listrik #Hobi Unik Malang