Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukan Solusi, Silent Treatment Malah Jadi Red Flag Terbesar dalam Hubungan

Parahita Ade Kumala • Senin, 22 Juni 2026 | 23:00 WIB
ILUSTRASI hubungan yang silent treatment (sumber foto: magnific)
ILUSTRASI hubungan yang silent treatment (sumber foto: magnific)

MALANG, RADAR MALANG – Tidak semua konflik dalam hubungan diwarnai pertengkaran atau suara yang meninggi. Ada kalanya masalah justru hadir dalam bentuk yang lebih sunyi, yakni ketika seseorang memilih mendiamkan, mengabaikan, atau memutus komunikasi dengan pasangannya. Fenomena yang dikenal sebagai silent treatment ini belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan dinilai sebagai salah satu red flag terbesar dalam hubungan.

Banyak orang menganggap diam adalah cara terbaik untuk meredam emosi. Padahal, dalam psikologi hubungan, silent treatment berbeda dengan sekadar mengambil waktu untuk menenangkan diri. Sikap ini sering kali menjadi bentuk komunikasi pasif-agresif yang bertujuan menghukum, mengontrol, atau membuat pasangan merasa bersalah.

Akibatnya, pihak yang didiamkan justru mengalami kebingungan dan kecemasan. Mereka mulai mempertanyakan kesalahan yang dilakukan, merasa diabaikan, hingga meragukan nilai dirinya sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu stres emosional dan mengikis rasa aman dalam hubungan.

Peneliti hubungan dan psikolog John Gottman menyebut pola menghindari komunikasi secara terus-menerus dapat merusak kedekatan emosional pasangan. Konflik yang dibiarkan tanpa penyelesaian berpotensi menurunkan kepercayaan dan membuat hubungan menjadi tidak sehat.

Meski demikian, diam tidak selalu bermakna negatif. Psikologi mengenal konsep time-out atau jeda sementara ketika emosi sedang memuncak. Bedanya, seseorang tetap memberikan penjelasan kepada pasangannya, seperti mengatakan bahwa dirinya membutuhkan waktu beberapa jam untuk menenangkan diri sebelum kembali berdiskusi.

Sebaliknya, silent treatment tidak memiliki batas waktu yang jelas. Seseorang bisa menghilang selama berhari-hari tanpa penjelasan dan membiarkan pasangannya menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Jangan Asal Daftar, Begini Cara Menghitung Biaya Kuliah agar Tidak Salah Perkiraan

Jika kebiasaan ini terus dilakukan, hubungan dapat dipenuhi rasa curiga, ketidakpercayaan, dan jarak emosional yang semakin besar. Konflik yang seharusnya diselesaikan justru menumpuk dan berpotensi membuat hubungan menjadi tidak sehat.

Hubungan yang baik bukan ditentukan oleh seberapa jarang pasangan bertengkar, melainkan seberapa berani keduanya berkomunikasi. Sebab, diam yang digunakan untuk menghukum bukanlah solusi, melainkan tanda bahaya yang perlu diwaspadai dalam sebuah hubungan.

Baca Juga: Dari Madiun ke Panggung Dunia, Bola Final Piala Dunia 2026 Jadi Kebanggaan Indonesia

Editor : Aditya Novrian
#silent treatment #red flag #lifestyle #toxic relationship #Relationship