MALANG, RADAR MALANG – Menyemprot parfum di leher sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Bahkan, area leher sering dianggap sebagai titik terbaik agar aroma parfum lebih tahan lama dan mudah tercium orang lain. Namun, sejumlah ahli kesehatan kulit menyarankan agar kebiasaan ini mulai dikurangi.
Kulit leher diketahui lebih tipis dan sensitif dibandingkan area tubuh lainnya. Kandungan alkohol, pewangi sintetis, serta bahan kimia tertentu dalam parfum dapat memicu iritasi, rasa gatal, hingga kemerahan pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif.
Baca Juga: Ronaldo Bangkit di Piala Dunia 2026, Portugal Unggul Sementara
Selain itu, beberapa bahan kimia seperti phthalates dan paraben yang masih ditemukan pada sejumlah produk parfum disebut memiliki potensi sebagai pengganggu hormon atau endocrine disruptor. Karena letaknya yang dekat dengan area kelenjar tiroid, paparan berulang dalam jangka panjang membuat sebagian pakar menyarankan agar parfum tidak disemprotkan langsung ke leher.
Tidak sedikit orang yang mengeluhkan rasa panas, kulit menghitam, hingga munculnya ruam setelah rutin menggunakan parfum di area tersebut. Kondisi ini juga bisa semakin buruk ketika parfum bercampur dengan keringat dan paparan sinar matahari.
Lalu, di mana tempat terbaik menyemprot parfum?
Pakar kecantikan menyarankan penggunaan parfum pada pakaian agar aroma tetap bertahan tanpa kontak langsung dengan kulit. Selain itu, titik nadi seperti pergelangan tangan bagian dalam atau belakang telinga juga dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Bagi pemilik kulit sensitif, memilih parfum dengan label phthalate-free atau paraben-free juga dapat membantu mengurangi risiko iritasi.
Wangi memang penting untuk menunjang penampilan dan rasa percaya diri. Namun, cara penggunaannya juga perlu diperhatikan. Sebab, kebiasaan yang selama ini dianggap benar ternyata belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi kesehatan kulit.
Baca Juga: Kuah Hangat Kaya Rempah, Ini Rekomendasi 3 Gultik di Kota Malang dengan Harga Mulai 12 Ribu
Editor : Aditya Novrian