Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Jumat, Ihya Ulumuddin: Ini Enam Mukjizat Nabi Muhammad menurut Imam Ghazali

Tauhid Wijaya • Jumat, 26 Juni 2026 | 04:15 WIB
ILUSTRASI AI: Kaligrafi Arab bertulisan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
ILUSTRASI AI: Kaligrafi Arab bertulisan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

 

RADAR MALANG- Mukjizat Nabi Muhammad SAW sangat banyak. Mukjizat adalah keistimewaan di luar kemampuan manusia yang diberikan Allah SWT kepada nabi dan rasul-Nya sebagai bukti atas kenabian atau kerasulannya.

Selain Al Qur’an sebagai mukjizat terbesar, menurut Imam Al Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin, Nabi Muhammad SAW dibekali banyak mukjizat yang lain oleh Allah SWT. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1)  Melipatgandakan jumlah makanan sehingga selalu mencukupi seberapa pun banyaknya jumlah orang yang dijamu. Peristiwa ini antara lain terjadi saat Nabi SAW menjamu para sahabatnya di rumah Jabir, di rumah Thalhah, dan pada hari peperangan Khandaq. Padahal, dalam perhitungan manusia, jumlah makanan yang bisa dihidangkan hanya sedikit. Namun, semua bisa merasa puas dan kenyang, bahkan masih ada sisanya.

Baca Juga: Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Kita Boleh Menolak Undangan dalam 3 Hal Ini Menurut Al Ghazali

2)  Memancarkan air dari jari-jari tangan. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah peperangan dan pasukan muslimin kesulitan mendapatkan air untuk minum dan berwudu. Dari air yang keluar dari jemari Rasulullah SAW, seluruh pasukan muslimin yang kehausan lantas minum dan berwudu.

3)  Menghidupkan lagi mata air yang telah mati. Itu terjadi di Tabuk dan Hudaibiyah. Rasulullah menuangkan air ke sumber di sana yang telah lama mati. Tak lama kemudian air kembali memancar dengan deras dari kedua sumber itu. Sehingga, ada ribuan orang yang dapat minum kembali dari sana.

4)  Membutakan pandangan musuh dengan segenggam debu. Itu terjadi dalam sebuah peperangan. Rasulullah melemparkan segenggam debu ke arah musuh-musuhnya sehingga mata mereka kesakitan dan tidak bisa melihat apa-apa. Ini diterangkan pula dalam QS Al Anfal ayat 17 berikut:

Wa maa ramayta idz ramayta wa laa kinnallaaha ramaa (Bukannya engkau yang melemparkan ketika engkau lemparkan, tetapi Allahlah yang melemparkannya)

5)  Menenangkan kayu batang pohon kurma. Ini terjadi pada sebatang kayu pohon kurma yang pernah dijadikan mimbar khotbah oleh Rasulullah SAW. Tapi, selepas itu tidak pernah dipakai lagi. Maka, “menangislah” batang kayu itu seperti suara keras unta yang sedang kesakitan. Para sahabat sampai mendengarnya. Rasulullah lalu datang dan memeluk batang kayu itu hingga membuatnya “diam”.

Baca Juga: Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Awas! Ibadah Pun Bisa Tertipu, Ini 3 Golongannya Menurut Al Ghazali

6)  Membikin kuda Suraqah terperosok. Peristiwa ini terjadi ketika pemuda Quraisy, Suraqah bin Malik, mengejar Nabi SAW dengan maksud membunuhnya. Saat sudah dekat dan hendak mengayunkan pedangnya, tiba-tiba kuda yang ditunggangi Suraqah terperosok ke dalam pasir. Kaki-kakinya terbenam hingga tidak dapat bergerak. Suraqah pun minta tolong kepada Nabi untuk diselamatkan. Nabi menolong dan mendoakannya hingga Suraqah bisa pulang dengan selamat dan akhirnya masuk Islam.

Demikian sebagian mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, Imam Al Ghazali memberikan catatan kepada kaum Muslimin bahwa dengan hanya melihat akhlak Rasulullah sehari-hari, seharusnya kita sudah bisa meyakini kenabian dan kerasulan beliau. Sebab, tidak ada manusia lain yang memiliki kesempurnaan akhlak sebagaimana beliau. Wallahu A’lam bis Shawab.

 

*) Disarikan dari Bimbingan untuk Menjadi Mu’min, Moh. Abdai Rathomy, terjemahan dari Mauidhatul Muslimin min Ihya ‘Ulumiddin karya Muhammad Jamaluddin Alqasimi Addimasyqi, ringkasan dari Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghazali.

 

 

Editor : Tauhid Wijaya
#Mukjizat #ngaji jumat #ihya ulumuddin #imam al ghazali