Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Doom Spending, Kebiasaan Belanja karena Stres yang Bisa Menguras Keuangan

Ayshaputri Raihana Azzahra • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:00 WIB
ILUSTRASI Doom spending membuat pengeluaran semakin banyak. (Magnific)
ILUSTRASI Doom spending membuat pengeluaran semakin banyak. (Magnific)

MALANG, RADAR MALANG - Istilah doom spending semakin sering diperbincangkan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan finansial. Fenomena ini merujuk pada kebiasaan berbelanja secara impulsif sebagai respons terhadap stres, kecemasan, atau tekanan akibat situasi yang tidak menentu. Alih-alih membeli karena kebutuhan, seseorang melakukan transaksi demi mendapatkan rasa nyaman atau memperbaiki suasana hati.

Baca Juga: Mengapa Minggu Pertama Sekolah Penting bagi Adaptasi Siswa? Ini Alasannya

Di era digital, perilaku tersebut semakin mudah terjadi. Berbagai platform belanja daring menawarkan kemudahan transaksi, mulai dari promo, gratis ongkir, hingga sistem pembayaran yang praktis. Hanya dalam hitungan menit, seseorang dapat menyelesaikan pembelian tanpa memiliki banyak waktu untuk mempertimbangkan kembali kebutuhannya.

Meski memberikan kepuasan sesaat, doom spending sering kali meninggalkan penyesalan setelah euforia berbelanja berakhir. Pengeluaran yang terus bertambah dapat mengganggu anggaran bulanan, mengurangi tabungan, bahkan memicu penggunaan layanan pembayaran berbasis utang jika tidak dikendalikan.

Baca Juga: Investasi Emas Tak Lagi Menunggu Kaya, Generasi Muda Mulai Menabung Sedikit demi Sedikit

Para ahli menyebut perilaku ini sebagai bagian dari emotional spending, yakni penggunaan uang untuk meredakan emosi negatif. Karena itu, mengatasi doom spending tidak cukup hanya dengan membatasi belanja, tetapi juga mengenali sumber stres dan mencari cara lain untuk mengelolanya, seperti berolahraga, menjalankan hobi, atau berbicara dengan orang terdekat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, menjaga kesehatan finansial menjadi semakin penting. Memahami penyebab munculnya doom spending dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih rasional. Sebab, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan mengendalikan dorongan konsumtif saat menghadapi tekanan hidup.

Editor : Aditya Novrian
#doom spending #kebiasaan #Stres #Belanja #pengeluaran