MALANG, RADAR MALANG – Blazer dan jas sering kali dianggap sebagai jenis pakaian yang sama. Padahal, keduanya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Meski sama-sama identik dengan tampilan rapi, blazer dan jas dirancang untuk kebutuhan serta tingkat formalitas yang berbeda.
Blazer Memiliki Gaya Lebih Fleksibel
Blazer merupakan pakaian luar dengan potongan yang lebih santai dibandingkan jas. Umumnya, blazer tidak dibuat sebagai satu set dengan celana, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis bawahan, seperti celana chino, jeans, rok, maupun celana bahan.
Warna dan motifnya juga lebih beragam, membuat blazer cocok dikenakan untuk acara semi formal, bekerja, hingga kegiatan kasual yang tetap membutuhkan penampilan rapi.
Blazer umumnya dibuat dari bahan yang lebih ringan, seperti katun, linen, atau campuran serat sintetis. Material tersebut membuat blazer terasa nyaman dipakai dalam berbagai kondisi dan lebih mudah dipadukan dengan beragam gaya berpakaian.
Baca Juga: Over the Looks Bazaar Vol. 5 Dikerumuni Pengunjung, Hadirkan 52 Brand Lokal di MOG Malang
Jas Dirancang untuk Acara Formal
Berbeda dengan blazer, jas dibuat sebagai satu set dengan celana menggunakan bahan, warna, dan motif yang serasi.
Potongannya lebih terstruktur sehingga memberikan siluet yang rapi dan elegan. Jas biasanya dikenakan pada acara resmi, seperti pernikahan, wisuda, rapat penting, hingga kegiatan kenegaraan.
Dari segi bahan, jas umumnya menggunakan wol, twill, drill, gabardin, tweed, atau sharkskin yang memberikan tampilan lebih formal. Karena dirancang sebagai satu kesatuan, jas paling ideal dikenakan bersama celana pasangannya.
Dengan memahami perbedaan blazer dan jas, masyarakat dapat memilih pakaian yang sesuai dengan kebutuhan. Blazer menjadi pilihan tepat untuk tampilan yang fleksibel, sedangkan jas lebih cocok digunakan saat menghadiri acara yang mengutamakan kesan profesional dan formal.
Baca Juga: Tips Merawat Sweater dan Pakaian Rajut agar Tetap Awet di Musim Hujan
Editor : Aditya Novrian