MALANG, RADAR MALANG - Decluttering atau kebiasaan memilah dan mengurangi barang yang tidak lagi digunakan kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern. Selain menciptakan rumah yang lebih rapi dan nyaman, aktivitas ini juga membuka peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan dari barang-barang yang masih memiliki nilai jual.
Baca Juga: Healing Hemat! Ini Rekomendasi Wisata Alam Murah di Malang yang Cocok untuk Liburan Akhir Pekan
Pakaian, buku, furnitur, perlengkapan elektronik, hingga koleksi hobi yang sudah tidak digunakan dapat dipasarkan melalui berbagai platform jual beli daring. Tingginya minat masyarakat terhadap barang preloved membuat peluang tersebut semakin terbuka, terutama bagi barang yang masih berada dalam kondisi baik dan layak pakai.
Baca Juga: Deadline Numpuk? 8 Coffee Shop di Kota Malang yang Cocok buat WFC hingga Skripsian
Lebih dari sekadar mencari keuntungan, decluttering juga mendorong pola konsumsi yang lebih bijak. Seseorang menjadi lebih selektif dalam membeli barang baru karena memahami bahwa setiap barang memiliki nilai dan siklus penggunaan. Kebiasaan ini sekaligus membantu mengurangi penumpukan barang yang tidak diperlukan di dalam rumah.
Meski demikian, menjual barang bekas tetap memerlukan strategi. Menentukan harga yang wajar, memberikan informasi kondisi barang secara jujur, serta menyajikan foto yang menarik dapat meningkatkan minat calon pembeli. Langkah sederhana tersebut juga membangun kepercayaan dalam proses transaksi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Gaya, Ini Pentingnya Memakai Sunglasses untuk Kesehatan Mata
Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap pengelolaan keuangan, decluttering menunjukkan bahwa menjaga kondisi finansial tidak selalu harus dimulai dari menambah penghasilan baru. Memanfaatkan barang yang sudah dimiliki secara optimal pun dapat menjadi langkah sederhana untuk memperoleh pemasukan sekaligus membangun kebiasaan konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Editor : Aditya Novrian