MALANG KOTA, RADAR MALANG - Panggung Malang Fashion Runaway (MFR) bakal kembali hadir pada 11 sampai 12 Juli mendatang. Sebanyak 436 model mulai mempresentasikan contoh gaun dari 58 desainer sebagai pembukaan, Sabtu (4/7). Kegiatan tersebut berlangsung di rooftop Malang Town Square (Matos).
Tahun ini, event fashion itu mengangkat tema yang segar bertajuk fantastisca. Konsep yang diusung itu memadukan kekuatan imajinasi tanpa batas dengan estetika fashion Indonesia. Fantastisca dipilih sebagai representasi semangat kreativitas melalui tiga filosofi utama.
Pertama, the unbound imagination yang menggambarkan fashion sebagai media ekspresi bebas mengeksplorasi inspirasi dari mitologi, mimpi, hingga visi masa depan. Filosofi kedua yakni the refined beauty. Itu menegaskan setiap karya berpijak pada nilai keindahan, keseimbangan, serta kualitas artistik yang tinggi.
Terakhir, ada filosofi the sacred seven yang menjadi simbol perjalanan MFR menuju tahun ketujuh.
”Kami desain panggung fashion kali ini yang mencerminkan kedewasaan, harmoni, dan keberagaman kreativitas para desainer yang dipersatukan dalam satu suasana megah,” ujar Agoeng Soedir Poetra, koreografer MFR.
Total ada 53 desainer dari Kota Malang dan berbagai daerah di Jawa Timur yang bakal berpartisipasi. Harapannya, karya yang dihadirkan tidak hanya menjadi inspirasi bagi pencinta fashion. Namun juga menunjukkan perkembangan industri mode nasional.
Khususnya menampilkan fashion Kota Malang yang semakin inovatif, kompetitif, dan memiliki identitas yang kuat. Seluruh tamu undangan dan pengunjung bisa berpartisipasi dalam MFR tahun ini melalui penggunaan dresscode "Fantastisca Wastra" dan "Aesthetica in Blue".
”Nanti pengunjung dengan penampilan terbaik berkesempatan memperoleh penghargaan Best Dress Code sebagai bentuk apresiasi,” lanjut Agoeng. Banyak penampil yang disiapkan untuk MFR ke-7 kali ini. Mulai dari History Maker Dancer, dTheatrical Dance by Patricia Dancer, hingga penampilan penyanyi dan MC cilik yang memeriahkan dan memandu sesi Fashion Kids.
Fifi Trijanti, Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur mengatakan, MFR tak hanya mengusung unsur fashion saja. Ada juga bazar UMKM sebagai bentuk support perekonomian regional. ”Jadi MFR kami desain sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, brand, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” ujarnya.
Sebab industri fashion memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. MFR sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia melalui karya-karya yang inovatif dan berdaya saing. Karena itu, MFR diharapkan bisa menghadirkan panggung yang mampu melahirkan talenta-talenta baru serta memperluas peluang kolaborasi bagi para pelaku industri fashion, khususnya di Kota Malang. (aff/by)
Editor : A. Nugroho