Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cetakan Tangan Berusia 67.800 Tahun di Sulawesi, Bukti Seni Tertua di Dunia Ada di Indonesia

Aqila Sahira Dewi • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:07 WIB
Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi lokasi ditemukannya seni cadas tertua di dunia berupa cap tangan dengan bentuk jari menyempit. (Foto: Instagram republikindonesia)
Pulau Muna, Sulawesi Selatan, menjadi lokasi ditemukannya seni cadas tertua di dunia berupa cap tangan dengan bentuk jari menyempit. (Foto: Instagram republikindonesia)

 MALANG, RADAR MALANG – Sebuah gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, ternyata menyimpan sejarah dunia yang selama ini tidak banyak diketahui orang. Di dinding gua bernama Ling Metanduno yang ditemukan oleh tim peneliti, terdapat gambar cap tangan manusia purba yang diperkirakan berusia 67.800 tahun. 

Temuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Griffith University, dan Southern Cross University dari Australia. Usia tersebut membuat cap tangan di Sulawesi ini tercatat sebagai seni cadas tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Penelitian ini sudah diakui secara resmi oleh Guinness World Records sebagai karya seni nonfiguratif tertua di dunia pada 19 Mei 2026. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa Indonesia, khususnya Sulawesi, punya peran besar dalam sejarah kreativitas manusia purba.

Baca Juga: Mengenal Accidental Baroque: Ketika Foto Tak Sengaja Tampak Bak Lukisan Baroque

Teknik Unik yang Cuma Ada di Sulawesi

Stensil tangan dibuat dengan cara meletakkan tangan di dinding, lalu pigmen oker ditiup atau dioleskan di sekitarnya, sehingga saat tangan diangkat akan meninggalkan garis luar bentuknya. Yang membuat temuan di Liang Metanduno istimewa, tangan-tangan itu ternyata diposisikan ulang dan diberi pigmen tambahan untuk membentuk jari-jari yang lebih sempit, mirip cakar.

Menurut arkeolog dari Griffith University, Maxime menjelaskan bahwa bentuk cap tangan dengan jari runcing menunjukkan cara berpikir yang cukup maju karena masyarakat purba benar-benar memodifikasi bentuk cap tangan tersebut, bukan sekadar meniru bentuk asli tangan mereka, dan hanya ditemukan di Sulawesi dan belum pernah ditemukan di belahan dunia lain.

Baca Juga: Lukisan “Kuda Api” SBY Terjual Rp 6,5 Miliar, Hasil Lelang Disalurkan untuk Warga Terdampak Bencana

Bukti Jalur Migrasi Manusia Purba

Temuan cap tangan ini bukan cuma penting untuk sejarah seni, tapi juga membuka petunjuk baru soal jalur migrasi manusia purba menuju Australia dan Papua. Perjalanan menuju daratan Sahul, yaitu daratan purba yang menyatukan Australia dan Papua, membutuhkan pelayaran laut yang terencana meskipun permukaan laut saat itu jauh lebih rendah daripada sekarang.

Dengan pengakuan dari Guinness World Records dan publikasi di jurnal Nature, Liang Metanduno kini resmi menjadi salah satu situs arkeologi paling penting di dunia. Temuan ini sekaligus membuktikan bahwa jauh sebelum peradaban besar dunia lahir, manusia di Nusantara sudah lebih dulu mengekspresikan diri lewat seni.

Editor : Aditya Novrian
#Lukisan tertua di dunia #Ling Metanduno