MALANG, RADAR MALANG – Memilih warna pakaian atau makeup ternyata tidak hanya mengikuti tren. Memahami skintone dan undertone menjadi kunci agar penampilan terlihat lebih segar, cerah, dan tidak kusam.
Banyak orang masih menganggap skintone dan undertone adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam menentukan warna pakaian, hijab, hingga kosmetik yang paling cocok digunakan.
Skintone merupakan warna permukaan kulit yang terlihat secara langsung. Berdasarkan skala dermatologi Fitzpatrick, skintone terbagi menjadi beberapa kategori, mulai dari fair atau ivory, light hingga medium, sampai tan dan deep yang cenderung lebih gelap.
Cara paling mudah mengetahui skintone adalah melihat warna kulit di area garis rahang saat berada di bawah cahaya matahari alami. Area tersebut dinilai paling mendekati warna asli kulit dibanding bagian tubuh lainnya.
Baca Juga: Mau Merantau untuk Kuliah? Begini Cara Memilih Kos Lewat Aplikasi agar Tidak Salah Pilih
Sementara itu, undertone adalah rona dasar yang berada di bawah permukaan kulit dan sifatnya permanen. Undertone terbagi menjadi tiga jenis, yaitu warm (hangat), cool (dingin), dan neutral (netral).
Untuk mengetahuinya, cukup lihat warna urat nadi di pergelangan tangan. Jika terlihat kehijauan, berarti memiliki warm undertone. Jika kebiruan atau ungu, termasuk cool undertone. Sedangkan campuran keduanya menandakan neutral undertone.
Cara lain yang juga cukup populer adalah tes perhiasan. Pemilik warm undertone umumnya lebih cocok menggunakan aksesori emas, sedangkan cool undertone terlihat lebih menonjol dengan perhiasan perak. Jika keduanya sama-sama cocok, kemungkinan besar termasuk neutral undertone.
Mengetahui undertone akan memudahkan saat memilih warna pakaian maupun makeup. Pemilik warm undertone biasanya cocok mengenakan warna earth tone seperti cokelat, hijau zaitun, krem, hingga kuning mustard serta lipstik bernuansa peach atau merah bata.
Sebaliknya, pemilik cool undertone akan tampak lebih segar dengan warna biru, ungu, merah muda, atau berry. Sementara pemilik neutral undertone lebih fleksibel karena hampir semua pilihan warna dapat dikenakan tanpa membuat wajah terlihat kusam.
Dengan memahami perbedaan skintone dan undertone, memilih outfit maupun riasan tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi juga mampu menunjang penampilan agar terlihat lebih maksimal.
Editor : Aditya Novrian