MALANG, RADAR MALANG – Standar kecantikan di Indonesia perlahan mulai bergeser. Jika dulu kulit putih kerap dianggap sebagai tolok ukur kecantikan, kini semakin banyak anak muda, termasuk Gen Z, yang lebih memilih memiliki healthy glow skin atau kulit sehat bercahaya dibanding mengejar kulit putih secara instan.
Fenomena ini terlihat dari semakin populernya tren skin barrier, hidrasi kulit, sunscreen, hingga perawatan yang berfokus pada kesehatan kulit, bukan lagi mengubah warna kulit asli. Bagi banyak anak muda, kulit sawo matang maupun cokelat kini justru menjadi identitas yang patut dibanggakan selama tampak sehat dan terawat.
Anggapan bahwa "putih itu cantik" sebenarnya telah mengakar sejak masa kolonial. Saat itu, kulit putih identik dengan kelompok bangsawan atau penjajah yang bekerja di dalam ruangan, sedangkan kulit lebih gelap dikaitkan dengan pekerja lapangan. Pola pikir tersebut kemudian diperkuat oleh industri kecantikan melalui iklan produk pemutih yang selama puluhan tahun menampilkan narasi bahwa kulit putih identik dengan kesuksesan, kebahagiaan, dan rasa percaya diri.
Baca Juga: Trump Disebut Lobi FIFA demi Balogun, Striker AS Resmi Bebas Hukuman Kartu Merah Jelang Lawan Belgia
Tak hanya melalui iklan televisi, standar tersebut juga berkembang lewat media sosial, dunia hiburan, hingga komentar sehari-hari yang tanpa disadari masih menganggap kulit putih sebagai simbol bersih dan cantik. Akibatnya, banyak orang merasa kurang percaya diri hanya karena warna kulit alaminya.
Namun, pandangan itu kini mulai berubah. Gerakan body positivity dan kampanye kecantikan yang lebih inklusif membuat semakin banyak orang menyadari bahwa kecantikan tidak ditentukan oleh warna kulit. Jauh lebih penting adalah kondisi kulit yang sehat, terhidrasi, serta terawat.
Di kalangan Gen Z, istilah healthy glow skin bahkan menjadi tujuan utama dalam merawat kulit. Fokusnya bukan lagi memutihkan kulit, melainkan menjaga kelembapan, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, memperbaiki skin barrier, serta menerapkan gaya hidup sehat agar kulit memancarkan kilau alami.
Perubahan tren ini juga terlihat dari semakin banyaknya merek kecantikan yang menghadirkan pilihan shade foundation lebih beragam dan kampanye yang menampilkan model dengan berbagai warna kulit. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri kecantikan perlahan mulai mengakomodasi keberagaman warna kulit masyarakat Indonesia.
Kecantikan bukan soal menjadi lebih putih, melainkan bagaimana seseorang merawat dirinya dan percaya diri dengan warna kulit yang dimiliki. Sebab kulit sawo matang, kuning langsat, maupun cokelat gelap memiliki pesonanya masing-masing yang tidak perlu diubah untuk memenuhi standar kecantikan tertentu.
Baca Juga: Suka Main Air atau Trekking? Ini 3 Wisata Alam di Malang yang Wajib Masuk Wishlist
Editor : Aditya Novrian