MALANG, RADAR MALANG – Brunch atau waktu makan yang menggabungkan sarapan (breakfast) dan makan siang (lunch) masih menjadi kebiasaan yang digemari, terutama di kalangan masyarakat urban. Lebih dari sekadar mengikuti tren kuliner, brunch kini berkembang sebagai bagian dari gaya hidup yang menyesuaikan ritme aktivitas sehari-hari.
Perubahan pola kerja dan aktivitas menjadi salah satu faktor yang mendorong popularitas brunch. Pekerja dengan sistem kerja fleksibel, mahasiswa, hingga pelaku usaha kreatif sering kali memulai hari lebih siang dibandingkan jam kerja konvensional. Akibatnya, waktu makan pertama pun bergeser dan brunch menjadi pilihan yang dinilai lebih praktis.
Baca Juga: Barang Refurbished Kian Diminati, Apa Bedanya dengan Barang Bekas?
Fenomena tersebut juga terlihat dari semakin banyaknya kafe dan restoran yang menghadirkan menu khusus brunch. Hidangan seperti roti panggang, telur, salad, pasta, hingga kopi dan teh menjadi kombinasi yang banyak diminati karena dapat dinikmati sebagai santapan sekaligus momen bersantai bersama teman atau keluarga.
Di balik pilihan menu, brunch juga menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial. Banyak orang memanfaatkan waktu ini untuk bertemu rekan kerja, berdiskusi, atau sekadar menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tidak heran jika suasana kafe menjelang siang kerap dipenuhi pengunjung yang datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga menghabiskan waktu bersama.
Baca Juga: Selain Bayu Skak, Arya Saloka Pernah Kuliah di Universitas Negeri Malang!
Meski identik dengan gaya hidup modern, brunch tidak selalu harus dilakukan di kafe. Menyiapkan menu sederhana di rumah juga menjadi pilihan yang semakin banyak dilakukan, terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana santai tanpa harus keluar rumah.
Popularitas brunch menunjukkan bahwa kebiasaan makan terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Kini, brunch bukan lagi sekadar tren yang muncul di media sosial, melainkan bagian dari cara masyarakat menikmati waktu, membangun relasi, dan menyesuaikan pola hidup dengan rutinitas yang semakin dinamis.
Editor : Aditya Novrian