MALANG, RADAR MALANG – Gaya hidup sehat kini tidak selalu identik dengan biaya mahal. Salah satu kebiasaan yang semakin banyak diterapkan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan pekerja muda, adalah menyiapkan overnight oats sebagai menu sarapan. Selain praktis, menu ini juga dinilai mampu membantu menghemat pengeluaran harian.
Baca Juga: 5 Manfaat Medis Konsumsi Mendol Malang yang Jarang Diketahui Publik!
Overnight oats dibuat dengan mencampurkan oat, susu atau yogurt, kemudian didiamkan semalaman di dalam lemari pendingin. Keesokan paginya, makanan tersebut siap dikonsumsi tanpa perlu dimasak. Beragam topping seperti pisang, stroberi, chia seed, madu, atau kacang-kacangan membuat menu ini mudah disesuaikan dengan selera masing-masing.
Popularitas overnight oats juga dipengaruhi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sarapan bergizi di tengah aktivitas yang padat. Banyak orang mulai memilih menyiapkan makanan sendiri dibanding membeli sarapan setiap hari di luar rumah.
Baca Juga: Lagi Tren Crafting! 3 Tempat di Malang yang Bisa Jadi Tujuan Seru untuk Bikin Karya Sendiri
Dari sisi ekonomi, kebiasaan ini juga memberikan keuntungan. Sekali membeli bahan utama seperti oat dan susu, seseorang dapat menyiapkan beberapa porsi sekaligus untuk beberapa hari. Biaya per sajian umumnya lebih rendah dibanding membeli menu sarapan siap saji maupun minuman kopi lengkap dengan camilan di kedai.
Selain menghemat pengeluaran, menyiapkan makanan sendiri membantu mengurangi pembelian impulsif saat pagi hari. Kebiasaan sederhana tersebut membuat anggaran konsumsi menjadi lebih terkontrol tanpa harus mengurangi kualitas asupan gizi.
Baca Juga: Akhir Pekan Jangan Rebahan! Padi Reborn, Andra and The Backbone, hingga Perunggu Siap Guncang Malang
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pola hidup sehat dan pengelolaan keuangan pribadi, overnight oats menjadi contoh bahwa perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari dapat memberikan manfaat ganda. Tidak hanya mendukung kesehatan tubuh melalui kandungan serat yang tinggi, tetapi juga membantu menciptakan kebiasaan konsumsi yang lebih bijak dan efisien.
Editor : Aditya Novrian