Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Film Bro dan Film Girl, Istilah Internet yang Mencerminkan Selera Menonton

Aldila Kyanna • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:10 WIB
Mean Girls (2004) dan Fight Club (1999) (Sumber: Pinterest/thestarletcloset dan flawdofficial)
Mean Girls (2004) dan Fight Club (1999) (Sumber: Pinterest/thestarletcloset dan flawdofficial)

MALANG, RADAR MALANG – Istilah film bro dan film girl sudah lama populer di media sosial, terutama di kalangan pencinta film. Meski terdengar seperti genre, keduanya sebenarnya bukan klasifikasi resmi, melainkan label yang berkembang di internet untuk menggambarkan kecenderungan selera menonton seseorang berdasarkan tema, gaya visual, dan emosi yang ditawarkan sebuah film.

Berawal dari Komunitas Film di Internet

Istilah film bro mulai populer di platform seperti X, Reddit, hingga Letterboxd. Awalnya, sebutan ini digunakan untuk candaan dalam menyebut penggemar yang terlalu mengagungkan film-film karya sutradara seperti Christopher Nolan, Martin Scorsese, David Fincher, atau Quentin Tarantino.

Seiring waktu, maknanya meluas menjadi label untuk film yang identik dengan aksi, ambisi, maskulinitas, konflik psikologis, hingga tema filsafat dan moral yang kompleks.

Baca Juga: The Odyssey Tayang di Indonesia 15 Juli, Film Baru Christopher Nolan Hadir Bersama Pujian dan Kontroversi

Sebagai kebalikannya, muncul istilah film girl yang mulai ramai digunakan. Label ini merujuk pada film yang lebih menonjolkan emosi, hubungan antartokoh, pencarian jati diri, serta estetika visual yang hangat atau artistik.

Perbedaan Film Bro dan Film Girl

Film bro umumnya memiliki tokoh utama yang karismatik, dialog ikonis, sinematografi yang kuat, dan cerita yang memancing diskusi. Contoh film yang sering masuk kategori ini adalah Fight Club, The Dark Knight, American Psycho, Whiplash, serta Blade Runner 2049.

Sementara itu, film girl lebih menonjolkan dinamika hubungan, kehidupan sehari-hari, serta perkembangan karakter dengan pendekatan yang intim. Beberapa contohnya ialah Little Women, Lady Bird, Pride & Prejudice, dan Mean Girls.

Meski sering diperdebatkan, pembagian ini hanyalah candaan internet dan bukan aturan baku. Banyak penonton menikmati kedua kategori tersebut sekaligus. Pada akhirnya, selera menonton bersifat subjektif dan tidak ditentukan oleh gender, melainkan preferensi serta pengalaman masing-masing penonton.

Baca Juga: LSF Ungkap Tarif Sensor Film Lebih Murah dari Segelas Kopi, Begini Perhitungannya

Editor : Aditya Novrian
#sineas #film bro #film girl #sinefil #film