Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

53 Desainer dari Berbagai Daerah di Jawa Timur Pamer Gaun di Malang Fashion Runaway 

Nahdiatul Affandiah • Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB
Para model memperagakan busana di ajang MFR (Darmono/Radar Malang)
Para model memperagakan busana di ajang MFR (Darmono/Radar Malang)

 


Model memeragakan busana

 

MALANG KOTA - Sebanyak 436 model membawakan gaun karya 58 desaine di ajang Malang Fashion Runaway (MFR) kemarin (12/7). Event fashion bertajuk fantastisca itu mengusung konsep yang memadukan kekuatan imajinasi tanpa batas dengan estetika fashion Indonesia. 

Metamorph by Zack misalnya, memamerkan 24 gaun bertema fantasi. Estetika yang ditonjolkan dari pemasangan satu per satu limbah garmen membentuk pola indah di tiap gaunnya.

“Tema gaunku ini terinspirasi konsep kafe di Thailand, Lalita, yang menyajikan suasana ala negeri dongeng,” ujar Zack, desainer ternama dari Malang Kota kemarin.

Gaun yang dibawakan banyak memakai permainan warna cerah. Misalnya hijau dan kuning yang identik dengan warna peri di negeri dongeng.

Koreografer MFR Agoeng Soedir Poetra mengatakan, tema Fantastisca tahun ini dipilih sebagai representasi semangat kreativitas melalui tiga filosofi utama. Pertama the unbound imagination yang menggambarkan fashion sebagai media ekspresi bebas mengeksplorasi inspirasi dari mitologi, mimpi, hingga visi masa depan. Kedua, the refined beauty yang menegaskan setiap karya berpijak pada keindahan, keseimbangan, serta kualitas artistik yang tinggi.

”Serta filosofi ketiga the sacred seven yang menjadi simbol perjalanan MFR menuju tahun ketujuh,” kata dia.

Total ada 53 desainer berbagai daerah di Jawa Timur yang berpartisipasi. Mereka membawa harapan bahwa karya yang dihadirkan menjadi inspirasi bagi pencinta fashion sekaligus menunjukkan perkembangan industri mode nasional. Khususnya menampilkan fashion Kota Malang yang semakin inovatif, kompetitif, dan memiliki identitas yang kuat.

Sementara itu, Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur sekaligus penyelenggara acara, Fifi Trijanti mengatakan, MFR tak hanya mengusung fashion. Ada juga bazar UMKM sebagai bentuk support perekonomian regional.

"Jadi, MFR kami desain sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, brand, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” kata Fifi.

Sebab industri, dia mengatakan, fashion memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Terbukti selama pelaksanaan MFR, pengunjung di Matos meningkat hingga 30 persen.

Event tersebut sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia melalui karya-karya yang inovatif dan berdaya saing dari desainer lokal. Melalui MFR tahun ini, dia berharap dapat melahirkan talenta-talenta baru serta memperluas peluang kolaborasi bagi para pelaku industri fashion, khususnya di Kota Malang.(aff/dan)

Editor : Mahmudan
#malang fashion runaway #Matos #fashion malang