Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Masih Tidur Lagi Setelah Alarm Bunyi? Kebiasaan Snooze Ini Diam-Diam Merusak Kualitas Tidur

Parahita Ade Kumala • Selasa, 14 Juli 2026 | 06:00 WIB
ILUSTRASI menunda tombol snooze (sumber foto: magnific)
ILUSTRASI menunda tombol snooze (sumber foto: magnific)

MALANG, RADAR MALANG – Pernah merasa sudah tidur cukup, tetapi tetap mengantuk setelah bangun? Bisa jadi penyebabnya bukan karena kurang tidur, melainkan kebiasaan menekan tombol snooze saat alarm berbunyi. Meski terlihat sepele, para ahli menyebut kebiasaan ini justru dapat membuat tubuh terasa lebih lelah sepanjang hari.

Snooze merupakan fitur pada alarm yang memungkinkan pengguna menunda bunyi alarm selama sekitar lima hingga sepuluh menit. Banyak orang memanfaatkannya untuk mencuri waktu tidur tambahan sebelum benar-benar bangun. Sayangnya, tidur beberapa menit tersebut tidak selalu memberikan manfaat bagi tubuh.

Saat seseorang kembali tidur setelah menekan snooze, otak mulai memasuki siklus tidur baru. Ketika alarm berbunyi lagi beberapa menit kemudian, tubuh dipaksa terbangun sebelum siklus tersebut selesai. Kondisi ini dikenal sebagai sleep inertia, yaitu fase ketika seseorang merasa linglung, pusing, lemas, bahkan sulit berkonsentrasi setelah bangun tidur.

Baca Juga: Statistik Gila Lisandro Martínez! Bek Argentina dengan Rating Tertinggi di Piala Dunia 2026

Tak hanya itu, kebiasaan menekan snooze berulang kali juga dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Akibatnya, kualitas tidur menjadi kurang optimal meski durasi tidur terlihat cukup. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas, meningkatkan rasa stres, hingga membuat tubuh lebih sulit bangun pada hari-hari berikutnya.

Agar kebiasaan tersebut bisa dikurangi, ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan. Letakkan alarm atau ponsel jauh dari tempat tidur sehingga kamu harus berdiri untuk mematikannya. Atur alarm sesuai waktu benar-benar harus bangun, bukan 30 menit lebih awal hanya untuk memberi ruang menekan snooze. Selain itu, biasakan tidur pada jam yang sama setiap malam agar tubuh memiliki pola tidur yang lebih teratur.

Setelah bangun, segera buka tirai kamar atau cari paparan sinar matahari pagi. Cahaya alami membantu otak menghentikan produksi hormon melatonin sehingga tubuh lebih cepat merasa segar dan siap beraktivitas.

Meski hanya terlihat sebagai tombol kecil di layar ponsel, kebiasaan menekan snooze ternyata memiliki dampak yang cukup besar terhadap kualitas tidur. Jika ingin bangun dengan tubuh yang lebih bugar, mungkin sudah saatnya berhenti bernegosiasi dengan alarm setiap pagi.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dipenuhi Kontroversi VAR! Teknologi FIFA Ini Picu Perdebatan di Piala Dunia 2026

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
snooze menunda alarm deep sleep alarm Tidur