MALANG, RADAR MALANG – Berjalan kaki kini tidak lagi dipandang hanya sebagai aktivitas olahraga atau cara menuju suatu tempat. Di berbagai kota, termasuk Malang, semakin banyak masyarakat yang memilih menjelajahi kawasan perkotaan dengan berjalan kaki untuk menikmati suasana yang sering terlewat ketika menggunakan kendaraan.
Trotoar, taman kota, kawasan heritage, hingga sentra kuliner menjadi destinasi yang menarik untuk dieksplorasi. Dengan langkah yang lebih pelan, masyarakat dapat memperhatikan detail bangunan, ruang publik, hingga aktivitas warga yang membentuk karakter sebuah kota.
Fenomena ini turut berkembang melalui media sosial. Konten bertema walking tour atau eksplorasi kota dengan berjalan kaki semakin banyak diminati karena menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Warga Berencana Bangun Ulang Tembok Griyashanta
Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Pengunjung yang berjalan kaki cenderung lebih mudah singgah ke kedai kopi, toko kecil, galeri, atau usaha kuliner yang berada di sepanjang rute perjalanan. Aktivitas sederhana tersebut ikut menghidupkan denyut ekonomi di kawasan yang dilalui.
Menikmati kota dengan berjalan kaki menunjukkan bahwa perjalanan tidak selalu harus dilakukan dengan cepat. Terkadang, langkah yang lebih lambat justru menghadirkan pengalaman baru sekaligus memperlihatkan wajah kota dari sudut pandang yang berbeda
Editor : Aditya Novrian