Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Asal Usul Sound Horeg, Ciri Khas, Kontroversi, hingga Dampaknya

Aldila Kyanna • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:58 WIB
Ilustrasi sound horeg (Sumber: Instagram/@fannaufal_98)
Ilustrasi sound horeg (Sumber: Instagram/@fannaufal_98)

MALANG, RADAR MALANG – Sound horeg telah menjadi bagian dari berbagai perayaan masyarakat di Jawa Timur, terutama dalam hajatan, pawai, dan karnaval. Fenomena ini dikenal dengan dentuman bass yang menggetarkan dan kontroversial.

Asal Usul dan Arti Sound Horeg

Sound horeg merupakan hiburan yang populer di Jawa Timur dan mulai dikenal luas setelah pandemi Covid-19, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap perayaan dan hiburan massal. Mengutip BeritaSatu, Ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu David Stefa menyebut sound horeg berasal dari Malang Selatan sebelum menyebar ke berbagai daerah.

Istilah horeg berasal dari bahasa Jawa yang berarti berguncang atau bergetar. Nama tersebut merujuk pada dentuman bass yang sangat kuat hingga terasa di dada dan mampu menggetarkan bangunan.

Ciri-Ciri Sound Horeg

Baca Juga: Jadwal Karnaval Malang Raya Pekan Ini, Catat Lokasinya untuk Antisipasi Macet dan Sound Horeg

Larangan dan Kontroversi

Fatwa Haram MUI Jawa Timur

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menerbitkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 yang menetapkan penggunaan sound horeg dalam kondisi tertentu sebagai haram.

Pokok isi fatwa:

Imbauan Polda Jawa Timur

Polda Jawa Timur turut mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas sound horeg karena berpotensi mengganggu ketertiban umum, merusak properti warga, dan meningkatkan risiko kecelakaan. Meski belum ada aturan hukum yang secara khusus melarang sound horeg, imbauan tersebut menjadi langkah preventif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Dampak Sound Horeg

Paparan suara berintensitas tinggi dari sound horeg dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan, dan psikologis. Suara di atas 85 dB berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen, stres, insomnia, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung. Selain itu, dentuman bass yang ekstrem menimbulkan polusi suara hingga berpotensi merusak kaca maupun bangunan di sekitarnya.

Baca Juga: Website EWS Sound Horeg Buatan Arek Malang Dikembangkan Jadi Aplikasi, Bantu Warga Hindari Jalur Karnaval

Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber
sound horeg malang sound horeg batu malang jawa timur