MALANG, RADAR MALANG – Pengalaman memiliki anak yang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya (UB) menjadi salah satu pertimbangan seorang investor asal Jakarta dalam memilih Kota Malang sebagai lokasi investasi properti. Menilai Malang sebagai kota pendidikan dengan populasi mahasiswa yang besar, ia melihat bisnis rumah kos memiliki prospek yang menjanjikan.
Henny Rahayu, staf pemasaran Tomoland, mengatakan calon investor tersebut pertama kali mengenal proyek melalui promosi digital. Namun, sebelum mengambil keputusan, ia melakukan survei langsung ke sejumlah proyek yang dikembangkan perusahaan untuk membandingkan lokasi maupun konsep bangunan.
"Beliau berkeliling lebih dulu ke beberapa proyek kami. Setelah melihat langsung, akhirnya memilih The Comfy Kost Soehat karena menilai lokasinya strategis dan desain fasad bangunannya paling sesuai dengan kebutuhannya," ujar Henny.
Menurut Henny, pengalaman pribadi karena anaknya pernah berkuliah di Malang membuat investor tersebut memahami karakteristik kota yang didominasi mahasiswa. Pengetahuan itu menjadi dasar keyakinannya bahwa permintaan terhadap hunian sewa di kawasan sekitar perguruan tinggi akan tetap tinggi.
Keyakinan tersebut diwujudkan dengan membeli satu unit The Comfy Kost Soehat berkapasitas delapan kamar. Seiring perkembangan pembangunan yang dinilai berjalan sesuai harapan, kepercayaan investor semakin meningkat.
"Bahkan setelah angsuran pertama selesai, beliau kembali mengambil satu unit lagi dengan kapasitas 12 kamar. Keputusan itu diambil karena melihat progres pembangunan yang baik dan prospek investasi yang dinilai masih terbuka," kata Henny.
Ia menambahkan, banyak calon investor mempertimbangkan potensi pasar sebelum membeli properti. Kota Malang dinilai memiliki daya tarik karena dikenal sebagai salah satu kota pendidikan dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahun, sehingga kebutuhan terhadap hunian, termasuk rumah kos, relatif stabil.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa keputusan investasi properti tidak hanya dipengaruhi oleh faktor harga atau promosi, tetapi juga pengalaman pribadi dan pemahaman terhadap karakteristik suatu daerah. Bagi investor tersebut, pengalaman mendampingi anak berkuliah di Malang menjadi bekal dalam membaca peluang bisnis rumah kos di kota pendidikan. (aw)
Editor : A. Nugroho