Belanja Online atau Supermarket? Kebiasaan Membandingkan Harga Kini Jadi Strategi Hemat

Ayshaputri Raihana Azzahra • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi berbelanja (Sumber: Magnific)
Ilustrasi berbelanja (Sumber: Magnific)

MALANG, RADAR MALANG – Sebelum membeli kebutuhan sehari-hari, banyak masyarakat kini terbiasa membandingkan harga antara toko fisik dan platform belanja daring. Kebiasaan tersebut bukan lagi sekadar mencari harga termurah, melainkan menjadi strategi mengatur pengeluaran di tengah beragam pilihan promo yang tersedia.

Baca Juga: Finding Emily, Romcom Modern dengan Nuansa Film Romantis Klasik

Melalui aplikasi belanja, konsumen dapat dengan mudah melihat perbedaan harga suatu produk, memanfaatkan voucher, cashback, hingga gratis ongkir. Namun, harga yang tampak lebih murah secara daring belum tentu memberikan penghematan apabila ditambah biaya pengiriman atau syarat pembelian minimum.

Di sisi lain, supermarket juga semakin aktif menawarkan potongan harga, paket bundling, maupun program loyalitas pelanggan. Untuk produk segar atau kebutuhan yang dibutuhkan segera, berbelanja langsung masih menjadi pilihan karena konsumen dapat memastikan kualitas barang tanpa harus menunggu proses pengiriman.

Baca Juga: Healthy Eating Nggak Harus Membosankan! Ini 3 Tempat Makan Sehat dan Aesthetic di Malang

Perilaku membandingkan harga ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga. Konsumen kini lebih selektif dalam mengambil keputusan pembelian dan tidak mudah tergiur label diskon semata.

Para pelaku ritel pun dituntut terus menghadirkan penawaran yang kompetitif, baik secara luring maupun daring. Dengan memahami total biaya yang harus dikeluarkan, masyarakat dapat memperoleh produk sesuai kebutuhan tanpa mengorbankan anggaran belanja.

Editor : Aditya Novrian
belanja langsung diskon Belanja belanja online