MALANG, RADAR MALANG – Beberapa waktu terakhir, suhu udara di Kota Malang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari. Kondisi ini umum terjadi saat musim kemarau ketika kelembapan udara menurun dan langit cenderung cerah sehingga panas lebih cepat terlepas pada malam hari.
Baca Juga: SPPG Sesuaikan Kecukupan Gizi di Menu MBG untuk Golongan 3B
Perubahan suhu tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh agar tetap sehat dan produktif. Menggunakan pakaian yang lebih hangat, menjaga waktu istirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Selain itu, kebutuhan cairan tubuh juga tetap harus dipenuhi meski cuaca terasa dingin. Banyak orang cenderung jarang minum karena tidak merasa haus, padahal tubuh tetap memerlukan asupan air yang cukup untuk menjaga metabolisme.
Minuman hangat seperti teh atau jahe juga menjadi pilihan banyak warga untuk membantu menghangatkan tubuh. Di sisi lain, pelaku usaha kuliner mengaku permintaan terhadap makanan berkuah dan minuman hangat biasanya meningkat ketika suhu udara menurun.
Bagi masyarakat yang beraktivitas pada pagi atau malam hari, penggunaan jaket, masker, maupun selimut yang memadai dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan. Dengan menjaga pola hidup sehat, aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan nyaman meski udara Malang sedang terasa lebih dingin.
Editor : Aditya Novrian