MALANG, RADAR MALANG – Photobooth kembali menjadi salah satu aktivitas yang digemari kalangan Generasi Z. Jika dahulu mesin cetak foto identik dengan bingkai sederhana, kini photobooth hadir dengan beragam pilihan template yang lebih kreatif, mulai dari desain bergaya retro, Y2K, minimalis, hingga ilustrasi khas yang mengikuti tren media sosial. Tampilan yang semakin beragam membuat pengalaman berfoto terasa lebih personal dan menarik.
Baca Juga: Usai Libur Sekolah, Mikutopia Batu Siapkan Tiga Wahana Baru Sambut Nataru
Bagi banyak anak muda, hasil cetak photobooth bukan sekadar foto kenang-kenangan. Lembaran foto tersebut sering dijadikan hiasan meja belajar, ditempel di jurnal, dimasukkan ke dalam dompet, atau dibagikan kepada teman sebagai bentuk memorabilia. Tak sedikit pula yang mengunggah hasil fotonya ke media sosial sebagai bagian dari ekspresi diri.
Fenomena ini mendorong semakin banyak pelaku usaha menghadirkan studio photobooth dengan konsep yang lebih modern. Selain memperbarui desain template secara berkala, sejumlah tempat juga menyediakan aksesori, properti foto, hingga pilihan filter yang disesuaikan dengan selera Gen Z. Pergantian template yang mengikuti momen tertentu, seperti musim liburan, konser, atau perayaan hari besar, turut menjadi strategi untuk menarik pelanggan datang kembali.
Baca Juga: Netflix Mulai Syuting Reboot 13 Going on 30, Cerita Baru Masih Dirahasiakan
Di sisi ekonomi, meningkatnya minat terhadap photobooth membuka peluang bagi industri kreatif. Desainer grafis, ilustrator, hingga kreator visual kini memiliki ruang untuk menghasilkan template eksklusif yang menjadi identitas sebuah studio. Persaingan pun tidak lagi hanya bertumpu pada kualitas kamera, melainkan juga kreativitas desain dan pengalaman yang ditawarkan kepada pelanggan.
Di tengah dominasi kamera ponsel, pengalaman mencetak foto fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri. Sentuhan personal melalui desain template yang terus berkembang membuat photobooth kembali menjadi bagian dari gaya hidup anak muda sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Editor : Aditya Novrian