Orang Have, Nyawit, sampai Plenger, Ini Arti Bahasa Gaul Gen Z yang Bikin Orang Tua Bingung

Parahita Ade Kumala • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 06:00 WIB
ILUSTRASI Gen Z dengan bahasa gaul yang terus berkembang di media sosial (sumber foto: magnific)
ILUSTRASI Gen Z dengan bahasa gaul yang terus berkembang di media sosial (sumber foto: magnific)

MALANG, RADAR MALANG – Pernah membaca komentar seperti "Dia orang have banget", "Stop nyawit dong", atau "Plenger banget sih" di TikTok dan bingung maksudnya? Tenang, kamu tidak sendirian. Bahasa gaul Gen Z terus berkembang mengikuti tren media sosial hingga membuat banyak orang harus membuka kamus baru agar tidak ketinggalan obrolan.

Salah satu istilah yang sedang ramai digunakan adalah orang have. Sebutan ini ditujukan kepada seseorang yang dianggap serba berkecukupan, punya banyak uang, atau terlihat hidup tanpa perlu memikirkan kondisi finansial. Tak jarang istilah ini juga dipakai untuk teman yang sering mentraktir atau membeli barang-barang mahal dengan santai.

Selain itu, ada kata nyawit yang belakangan semakin sering muncul di TikTok. Istilah ini digunakan untuk menyindir seseorang yang haus perhatian, suka mencari keuntungan, atau rela melakukan apa saja demi mendapatkan uang, popularitas, maupun saweran di media sosial.

Baca Juga: Keripik Tempe Malang Hadir dengan Inovasi Rasa dan Kemasan Modern Berkualitas!

Ada juga plenger, yang menggambarkan seseorang dengan tingkah laku random, kocak, tidak terduga, bahkan terkadang terlalu total saat melakukan sesuatu hingga mengundang gelak tawa.

Tak kalah populer, istilah my bini juga sering berseliweran di kolom komentar. Meski secara harfiah berarti istriku, frasa ini sebenarnya hanya candaan ketika seseorang melihat idola atau figur publik yang dianggap sangat menarik.

Sementara itu, kata yapping dipakai untuk menyebut orang yang terlalu banyak berbicara atau mengoceh tanpa henti. Flexing berarti memamerkan harta atau pencapaian, sedangkan FOMO (Fear of Missing Out) menggambarkan rasa takut tertinggal tren.

Dalam urusan percintaan, Gen Z juga akrab dengan istilah red flag untuk sifat yang perlu diwaspadai dan green flag untuk karakter positif. Ada pula clingy untuk pasangan yang terlalu lengket, ghosting bagi orang yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, hingga crush on yang berarti diam-diam menyukai seseorang.

Istilah cegil atau singkatan dari cewek gila juga masih sering digunakan untuk menggambarkan perempuan yang bucin, ekspresif, atau bertingkah di luar dugaan. Sementara pick me ditujukan kepada orang yang sengaja mencari validasi dengan merendahkan orang lain agar terlihat lebih menarik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bahasa terus berubah mengikuti budaya internet. Sebagian besar istilah tersebut lahir dari TikTok, lalu menyebar ke Instagram, X, hingga percakapan sehari-hari. Bagi Gen Z, bahasa gaul bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cara menunjukkan identitas, humor, dan kedekatan dengan komunitasnya.

Baca Juga: Arema Goes to School Kembali Digelar, Tanamkan Sportivitas dan Budaya Suporter Positif kepada Pelajar

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Kamus Gen Z Nyawit plenger fomo Gen Z