Hal itu disampaikannya usai tampil di hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Jumat (24/7/2026). Pengalaman tampil di salah satu festival jazz terbesar di Indonesia itu rupanya membuat Bilal semakin terbuka untuk mengeksplorasi genre tersebut dalam karya-karya mendatang.
Saat ditanya apakah penampilannya di Jazz Gunung Bromo menginspirasinya untuk menulis lagu jazz, Bilal tidak menutup kemungkinan tersebut. Meski belum memiliki rencana dalam waktu dekat, ia mengaku hal itu bisa saja terjadi di masa depan.
"Mungkin, Mas. One day sih," ujarnya sambil tersenyum.
Bilal sendiri merasa dirinya belum cukup layak menyebut diri sebagai musisi jazz. Ia menilai genre tersebut memiliki kekayaan musikal yang jauh lebih luas dan kompleks dibanding apa yang selama ini ia eksplorasi dalam lagu-lagunya.
"Aku bukan expert di jazz yang murni jazz. Jadi kalau nanti bikin lagu jazz, mungkin pendekatannya masih yang sesuai dengan pemahamanku dulu, bukan yang benar-benar jazz murni," katanya.
Menurut Bilal, eksplorasi musik merupakan proses yang berlangsung secara alami. Karena itu, ia tidak ingin memaksakan diri masuk ke wilayah musikal yang belum benar-benar dikuasainya. Jika suatu saat merilis lagu jazz, ia ingin karya tersebut lahir dari proses belajar dan perkembangan yang organik.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa meski warna jazz telah lama menjadi salah satu elemen dalam musik Bilal, ia masih melihat ruang yang luas untuk terus belajar. Pengalaman tampil di Jazz Gunung Bromo pun menjadi salah satu momen yang memperkaya perspektif musikalnya dan membuka kemungkinan untuk suatu hari menghadirkan karya jazz yang lebih utuh.
Editor : Aditya Novrian