Bilal mendapat pertanyaan mengenai lagu jazz yang menurutnya paling menggambarkan suasana Jazz Gunung Bromo. Tanpa ragu, ia menyebut tiga lagu klasik yang kerap ia nikmati dan dinilai selaras dengan atmosfer festival yang hangat sekaligus elegan.
"Lagu dari The Ink Spots yang berjudul If I Didn't Care. Terus My Funny Valentine sama You Make Me So Young dari Frank Sinatra," ujar Bilal.
Pilihan tersebut didominasi karya-karya jazz klasik yang dikenal dengan nuansa lembut dan romantis. Menurut Bilal, lagu-lagu itu mampu merepresentasikan suasana panggung Jazz Gunung yang berpadu dengan lanskap alam Bromo.
Baca Juga: Usai Debut di Jazz Gunung Bromo, Bilal Indrajaya Buka Peluang Garap Lagu Jazz
Sementara itu, Isyana Sarasvati justru berbagi cerita yang lebih sederhana. Saat ditanya makanan yang paling cocok dinikmati sebelum tampil di tengah udara dingin Bromo, penyanyi sekaligus komponis tersebut langsung menyebut satu menu khas Jawa Timur.
"Rawon anget enak banget," katanya sambil tersenyum.
Jawaban singkat itu menggambarkan bagaimana dinginnya udara pegunungan membuat semangkuk rawon hangat menjadi pilihan yang pas sebelum naik ke atas panggung.
Meski berbeda, jawaban Bilal dan Isyana sama-sama memperlihatkan sisi personal keduanya di luar penampilan mereka sebagai musisi. Bilal memilih membagikan referensi musik yang menurutnya cocok menemani suasana Jazz Gunung Bromo, sementara Isyana menunjukkan kesederhanaannya lewat pilihan kuliner yang mampu menghangatkan tubuh sebelum tampil.
Editor : Aditya Novrian