Di CFD Malang, Wali Kota Wahyu Hidayat Mewacanakan untuk Menjadikan Mobil Listrik sebagai Kendaraan Dinas

Nabila Amelia • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:19 WIB
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberangkatkan parade mobil dinas (DARMONO/RADAR MALANG)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberangkatkan parade mobil dinas (DARMONO/RADAR MALANG)

 

MALANG KOTA – Wali kota Malang Wahyu Hidayat mempertimbangkan untuk mengubah kendaraan dinas, dari bahan bakar bensin atau solar menjadi tenaga listrik. Wacana itu disampaikan Wahyu saat menghadiri Car Free Day (CFD) Jalan Ijen kemarin.

Acara bertajuk ”Flag Off Parade Mobil Listrik Malang Bersinar” itu hasil kerja bareng Pemkot Malang, PLN (Persero), dan Jawa Pos. Puluhan kendaraan listrik mengaspal di jalan Ijen, Kota Malang. Terdiri atas 15 mobil listrik, 5 motor listrik, dan 4 becak listrik. Di samping itu, juga ada 2 gerobak sampah listrik.

"Kami sedang mengkaji pemanfaatan kendaraan listrik dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Salah satunya armada pengangkut sampah," ucap Wahyu.

Lewat upaya tersebut, pihaknya ingin menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi. Apalagi tahun lalu Kota Malang meraih predikat kota dengan udara paling bersih se-Asia Tenggara. Predikat tersebut diraih dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award ke-6.

"Harapannya, kondisi udara di Kota Malang yang sudah terjaga menjadi semakin terjaga," kata dia.

Wahyu melanjutkan, lewat kampanye di CFD, masyarakat bisa melihat langsung dan mempelajari dampak positif dari penggunaan listrik. Di samping pengurangan penggunaan bahan bakar fosil juga membuat udara terjaga.

"Untuk gerobak sampah sementara baru 2 unit. Namun, kami sudah menghitung agar ke depan bisa menambah lagi. Sementara truk sampah listrik masih kami kaji," terang Wahyu.

Dengan adanya terobosan armada pengangkutan sampah berbasis listrik, Wahyu melihat dalam praktiknya sudah bisa mengurangi penggunaan BBM.

Sementara Manager UP3 PLN Malang Sendy Arianto menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot Malang dalam pemberian pelayanan kelistrikan. Sendy menyebut, saat ini kendaraan listrik semakin diminati masyarakat.

"Terbukti pada semester satu tahun ini ada pertumbuhan empat kali lipat. Terutama di Kota Malang," ungkap Sendy.

Di lain pihak, Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Ahmad Suprianto menyatakan, kampanye dilakukan dalam rangka mengurangi emisi dan menjaga lingkungan.

"Karena Pemkot Malang tahun lalu mendapat penghargaan kota besar dengan udara bersih se-Asia Tenggara. Ini merupakan kebanggaan semua warga. Kami berharap Kota Malang tetap bisa menjaga prestasinya," tuturnya.(mel/dan)

Editor : Mahmudan
Wali Kota Malang mobil dinas mobil listrik malang